Ledakan terjadi di gudang amunisi dan senjata Komando Pasukan Katak TNI AL, Pondok Dayung, Jakarta Utara, sekitar pukul 10.25 WIB tadi. Lokasi ledakan ada di satu "pulau" kecil di dekat jalur pelayaran kawasan Pelabuhan Tanjungpriok.
Gudang senjata itu selama ini diperuntukkan bagi Komando Pasukan Katak TNI AL kawasan barat. Satuan pasukan elit TNI AL ini memiliki kemampuan setara dengan satuan elit sejenis di dunia, di antaranya Navy SEAL dari Amerika Serikat.
Komando Pasukan Katak TNI AL berdiri pada 1962 sejalan pengumandangan Komando Trikora dari Presiden Soekarno untuk merebut kembali Irian Barat dari kekuasaan Belanda. Dalam perjalanan sejarahnya, satuan pasukan elit dengan kemampuan trimatra dan peledakan/sabotase bawah laut ini terdiri dari dua grup, yaitu untuk kawasan barat dan kawasan timur, di Dermaga Ujung, Komando Armada Indonesia Kawasan Timur TNI AL.
Mengapa Komando Pasukan Katak TNI AL untuk kawasan barat ini bermarkas di Pondok Dayung? Tidak lepas dari peran sejarah eksistensi Angkatan Laut Belanda pada masa penjajahan mereka di Indonesia. Pondok Dayung merupakan "pulau" kecil yang strategis letaknya.
Dilihat dari udara, dia "memagari" jalur pelayaran utama dari Pelabuhan Tanjungpriok, terutama jalur pelayaran (kini) ke Medan, Makassar, dan Surabaya; tiga kota maritim pokok Indonesia selain Jakarta. Untuk bisa ke Pondok Dayung, pengunjung harus melewati Pintu I, III, atau Pintu IX pelabuhan terbesar itu.
Dari Jalan Pelni, pengunjung bisa mengarah ke kiri dan akan sampai di "terminal" penyeberangan menuju Pondok Dayung. Pulau kecil itu bisa jelas dilihat memakai mata telanjang karena jaraknya sekitar 200 meter saja, dipisahkan jalur pelayaran penting yang juga menjadi lokasi galangan kapal di sisi baratnya.
Untuk menginjakkan kaki ke Pondok Dayung di mana Komando Pasukan Katak TNI AL kawasan barat bermarkas, tidak bisa tidak, harus memakai kapal penyeberangan selama sekitar 15 menit saja. Di dermaga penyeberangan inilah aktivitas pekerjaan personel militer dan sipil terkait terjadi.
Pekerja sipil yang dipekerjakan untuk berbagai aktivitas perawatan dan pemeliharaan bangunan dan fasilitas lain juga berangkat dan pulang kerja dari dermaga itu. Ada juga fasilitas pemeliharaan dan perawatan TNI AL di Pondok Dayung itu.
Begitu sampai, pos dan gerbang penjagaan Komando Pasukan Katak TNI AL kawasan barat itu akan "menyambut" pengunjung. Perlu ijin khusus untuk bisa bertamu ke sana bagi kalangan sipil, dan mereka harus menunjukkan identitas jelas pun keperluannya.
Mengarah ke utara pulau itu, terdapat sejenis suar kecil dan sampai di situ saja kalangan sipil bisa melihat-lihat secara bebas, karena kompleks militer berbangunan warisan penjajahan Belanda yang masih sangat terawat itu sangat dijaga keamanannya.
Gudang senjata itu sendiri tidak pernah diungkap secara sejas keberadaannya kepada umum. Begitupun jenis, tipe, dan jumlah persenjaraan dan amunisi yang disimpan di dalamnya. Yang jelas, personel Komando Pasukan Katak TNI AL memiliki kemampuan renang tempur, peledakan bawah air, penjinakan peledak bawah air, hingga sabotase bawah air.
Misalnya, mereka harus mampu memasang ranjau laut langsung ke titik yang ditentukan di badan kapal sasaran. Mereka juga harus mampu bertempur di bawah air dan mengoperasikan alat transportasi bawah air bermesin.
Sumber di TNI AL menyatakan, pola rekrutmen dan latihan mereka tidak lazim diketahui umum. "Yang jelas, mereka harus mampu mengoperasikan berbagai jenis senjata, misalnya Heckler & Koch MP5K dan punya kemampuan intelijen," kata sumber itu.
Latihan meledakkan bahan peledak hasil "racikan" ataupun paket pabrikan, kerap mereka lakukan di lokasi yang telah ditentukan; baik di atas permukaan laut ataupun bawah permukaan laut. Beberapa jenis bahan peledak yang lazim dipergunakan adalah TNT dan C4 serupa pasta. (Antara)
05 Maret, 2014
Gudang Amunisi TNI AL Meledak, 25 Anggota Kopaska Terluka
Diunggah Oleh:
filereid12345678
pada Rabu, Maret 05, 2014
Gudang amunisi TNI meledak di Pondok Dayung, Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Rabu (5/3) siang. Kapuspen TNI Laksamana Iskandar Sitompul membenarkan peristiwa ini.
''Sekitar pukul 10.30 WIB,'' kata dia, Rabu (5/3).
Ledakan tersebut terjadi di Gudang Amunisi Satuan Komando Pasukan Katak, Kawasan Armada Barat. Iskandar belum mengetahui pemicu ledakan tersebut.
Menurut dia, di sana memang ada gudang amunisi. ''Korban 25 RS AL,'' kata dia. Iskandar belum ingin berkomentar banyak dan masih akan melakukan investigasi.
25 Anggota Kopaska Terluka
Kepala Pusan Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul membenarkan jika gudang amunisi milik pasukan katak TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok meledak, bahkan 25 orang anggota Kopaska mengalami luka-luka.
"Korban luka berasal dari anggota prajurit TNI AL, dan tidak ada warga sipil. Saat ini korban di bawa ke rumah sakit TNI AL di Benhil," kata Kapuspen ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, para korban itu terluka bukan karena amunisi tetapi disebabkan ada genteng yang pecah, kayu dan kaca akibat ledakan gudang amunisi itu.
Iskandar menyebutkan, lokasi ledakan berada jauh dari permukiman warga, dan lokasi ledakan merupakan tempat terisolasi yang sering digunakan untuk latihan TNI AL. "Kebetulan lokasi terisolir di Pondok Dayung seperti danau kecil. Di danau kecil itu, orang masuk susah, dan ada kapal angkut kecil untuk menyeberang.
TNI menyeberang menggunakan 'speed boat' Kapal cepat), sehingga korban adalah petugas," ujarnya.
Menurut Iskandar, setiap harinya di lokasi tersebut ada sekitar 200 hingga 250 personel TNI AL. Saat ini lokasi tersebut sudah disterilkan. "Lokasi persis di tengah-tengah di pasukan katak," ujarnya.
Iskandar mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab ledakan amunisi tersebut, namun demikian pihaknya akan melakukan investigasi atas peristiwa itu. Situasi saat ini, tambah dia, untuk sementara masih konsolidasi ke dalam guna cek dan ricek, agar tidak menimbulkan korban dan ledakan selanjutnya.
Sebelumnya dilaporkan, sebuah ledakan terjadi di gudang amunisi Pasukan Katak Armada Ri Kawasan Barat (Armabar) sekitar Pondok Dayung Tanjung Priok Jakarta Utara, sekitar pukul 10.00 WIB. "Sekarang sedang diinventalisir penyebabnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta Rabu.
Rikwanto mengatakan pihak TNI Angkatan Laut (AL) menginventalisasi penyebab ledakan, termasuk jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Rikwanto menambahkan aparat kepolisian membantu pihak TNI AL memblokade dan mensterilkan kawasan agar masyarakat tidak masuk lokasi ledakan. Di lokasi sudah ada dari kepolisian perairan dan DVI untuk membantu korban, ujar Rikwanto.
Penyebab ledakan Masih Selidiki
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Marsetio mengatakan sudah mendapatkan laporan tentang adanya ledakan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ia membenarkan ledakan tersebut berasal dari gudang amunisi milik TNI Angkatan Laut. Ia mengatakan jajarannya akan langsung melakukan penyelidikan mengenai pennyebab ledakan tersebut. "Masih kita selidiki ya ya. Baru dapat laporan," katanya saat ditemui dalam acara HUT Basarnas di Merak, Banten, Rabu (5/3).
Ia mengatakan di gudang tersebut menyimpan senjata ringan, amunisi pistol, senjata laras panjang, serta adanya lapangan tembak. Ditegaskan KSAL, jumlahnya tak terlalu banyak sehingga tidak membahayakan. "Tidak akan mengganggu karena hanya sebagian amunisi yang ada di gudang itu," katanya.
Sebelumnya, terjadi ledakan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ledakan tersebut terjadi pada Rabu (5/3) sekitar pukul 10.30. Ledakan terjadi di gudang amunisi milik Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut yang terletak di Pondok Dayung, pulau tersendiri yang berjarak 100 meter dari dermaga. Dikabarkan puluhan terluka yang didominasi oleh para prajurit TNI AL. (ROL)
''Sekitar pukul 10.30 WIB,'' kata dia, Rabu (5/3).
Ledakan tersebut terjadi di Gudang Amunisi Satuan Komando Pasukan Katak, Kawasan Armada Barat. Iskandar belum mengetahui pemicu ledakan tersebut.
Menurut dia, di sana memang ada gudang amunisi. ''Korban 25 RS AL,'' kata dia. Iskandar belum ingin berkomentar banyak dan masih akan melakukan investigasi.
25 Anggota Kopaska Terluka
Kepala Pusan Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul membenarkan jika gudang amunisi milik pasukan katak TNI AL di Pondok Dayung, Tanjung Priok meledak, bahkan 25 orang anggota Kopaska mengalami luka-luka.
"Korban luka berasal dari anggota prajurit TNI AL, dan tidak ada warga sipil. Saat ini korban di bawa ke rumah sakit TNI AL di Benhil," kata Kapuspen ketika dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, para korban itu terluka bukan karena amunisi tetapi disebabkan ada genteng yang pecah, kayu dan kaca akibat ledakan gudang amunisi itu.
Iskandar menyebutkan, lokasi ledakan berada jauh dari permukiman warga, dan lokasi ledakan merupakan tempat terisolasi yang sering digunakan untuk latihan TNI AL. "Kebetulan lokasi terisolir di Pondok Dayung seperti danau kecil. Di danau kecil itu, orang masuk susah, dan ada kapal angkut kecil untuk menyeberang.
TNI menyeberang menggunakan 'speed boat' Kapal cepat), sehingga korban adalah petugas," ujarnya.
Menurut Iskandar, setiap harinya di lokasi tersebut ada sekitar 200 hingga 250 personel TNI AL. Saat ini lokasi tersebut sudah disterilkan. "Lokasi persis di tengah-tengah di pasukan katak," ujarnya.
Iskandar mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab ledakan amunisi tersebut, namun demikian pihaknya akan melakukan investigasi atas peristiwa itu. Situasi saat ini, tambah dia, untuk sementara masih konsolidasi ke dalam guna cek dan ricek, agar tidak menimbulkan korban dan ledakan selanjutnya.
Sebelumnya dilaporkan, sebuah ledakan terjadi di gudang amunisi Pasukan Katak Armada Ri Kawasan Barat (Armabar) sekitar Pondok Dayung Tanjung Priok Jakarta Utara, sekitar pukul 10.00 WIB. "Sekarang sedang diinventalisir penyebabnya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta Rabu.
Rikwanto mengatakan pihak TNI Angkatan Laut (AL) menginventalisasi penyebab ledakan, termasuk jumlah korban dan kerusakan yang ditimbulkan. Rikwanto menambahkan aparat kepolisian membantu pihak TNI AL memblokade dan mensterilkan kawasan agar masyarakat tidak masuk lokasi ledakan. Di lokasi sudah ada dari kepolisian perairan dan DVI untuk membantu korban, ujar Rikwanto.
Penyebab ledakan Masih Selidiki
Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana Marsetio mengatakan sudah mendapatkan laporan tentang adanya ledakan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara.
Ia membenarkan ledakan tersebut berasal dari gudang amunisi milik TNI Angkatan Laut. Ia mengatakan jajarannya akan langsung melakukan penyelidikan mengenai pennyebab ledakan tersebut. "Masih kita selidiki ya ya. Baru dapat laporan," katanya saat ditemui dalam acara HUT Basarnas di Merak, Banten, Rabu (5/3).
Ia mengatakan di gudang tersebut menyimpan senjata ringan, amunisi pistol, senjata laras panjang, serta adanya lapangan tembak. Ditegaskan KSAL, jumlahnya tak terlalu banyak sehingga tidak membahayakan. "Tidak akan mengganggu karena hanya sebagian amunisi yang ada di gudang itu," katanya.
Sebelumnya, terjadi ledakan di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ledakan tersebut terjadi pada Rabu (5/3) sekitar pukul 10.30. Ledakan terjadi di gudang amunisi milik Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut yang terletak di Pondok Dayung, pulau tersendiri yang berjarak 100 meter dari dermaga. Dikabarkan puluhan terluka yang didominasi oleh para prajurit TNI AL. (ROL)
Pulang dari Cina, Panglima Moeldoko Ingin Perkuat Natuna
Diunggah Oleh:
filereid12345678
pada Rabu, Maret 05, 2014
Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengaku berencana menambah kekuatan TNI di Pulau Natuna, Kepulauan Riau, dalam waktu dekat. Menurut dia, selain merupakan salah satu wilayah terluar di Indonesia, Pulau Natuna juga merupakan pulau yang strategis di kawasan laut Cina Selatan.
"Kita harus lihat perkembangan laut Cina Selatan dengan waspada," kata Moeldoko kepada wartawan di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 3 Maret 2014.
Rencana penguatan Pulau Natuna semakin kuat setelah Moeldoko melakukan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Cina dan bertemu panglima militer. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan Laut Cina Selatan.
Menurut Moeldoko, jika hal-hal negatif terjadi di Laut Cina Selatan dan berbahaya bagi Indonesia. "Bila terjadi sesuatu di sana akan merembes ke Indonesia," kata dia.
Walhasil, Moeldoko akan mengajak ketiga Kepala Staf Angkatan untuk merumuskan formula penguatan militer Pulau Natuna. Paling tidak, Moeldoko akan menambah satu batalion pasukan Angkatan Darat serta memperkuat Pangkalan Angkatan Laut. "Pesawat tempur juga perlu kami siapkan di sana." (baca: Panglima TNI Minta Paspampres Waspada Pemilu 2014 )
Pekan lalu, Jenderal Moeldoko melakukan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Cina. Di Cina, Moeldoko menegaskan komitmen TNI dalam menstabilkan kawasan Laut Cina Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Moeldoko juga sempat menyambangi Markas Pusat Komando Pertahanan Udara di Beijing, Cina. Kunjungan tersebut diyakini merupakan langkah positif hubungan militer Indonesia dan Cina. (Tempo)
"Kita harus lihat perkembangan laut Cina Selatan dengan waspada," kata Moeldoko kepada wartawan di Markas Komando Pasukan Pengamanan Presiden, Tanah Abang, Jakarta, Senin, 3 Maret 2014.
Rencana penguatan Pulau Natuna semakin kuat setelah Moeldoko melakukan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Cina dan bertemu panglima militer. Dalam pertemuan tersebut, keduanya membahas perkembangan Laut Cina Selatan.
Menurut Moeldoko, jika hal-hal negatif terjadi di Laut Cina Selatan dan berbahaya bagi Indonesia. "Bila terjadi sesuatu di sana akan merembes ke Indonesia," kata dia.
Walhasil, Moeldoko akan mengajak ketiga Kepala Staf Angkatan untuk merumuskan formula penguatan militer Pulau Natuna. Paling tidak, Moeldoko akan menambah satu batalion pasukan Angkatan Darat serta memperkuat Pangkalan Angkatan Laut. "Pesawat tempur juga perlu kami siapkan di sana." (baca: Panglima TNI Minta Paspampres Waspada Pemilu 2014 )
Pekan lalu, Jenderal Moeldoko melakukan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Cina. Di Cina, Moeldoko menegaskan komitmen TNI dalam menstabilkan kawasan Laut Cina Selatan.
Dalam kunjungan tersebut, Moeldoko juga sempat menyambangi Markas Pusat Komando Pertahanan Udara di Beijing, Cina. Kunjungan tersebut diyakini merupakan langkah positif hubungan militer Indonesia dan Cina. (Tempo)
Indonesia – Brunei Akan Lakukan Latihan Bersama “Elang Brunesia”
Diunggah Oleh:
filereid12345678
pada Rabu, Maret 05, 2014
emerintah Brunei melalui Tentara Udara Diraja Brunei (TUDB) tahun ini akan mengadakan latihan bersama dengan TNI Angkatan Udara dengan nama sandi “Elang Brunesia”. Latihan bersama ini bertujuan untuk meningkatkan kerjasama antara angkatan udara kedua negara dalam melaksanakan pencarian dan penyelamatan korban bencana secara gabungan.
Hal tersebut diungkapkan pejabat TUDB Brigadier Jenderal (U) Haji Wardi bin Haji Abdul Latif saat melakukan kunjungan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Selasa (4/2), di Kemhan Jakarta. Selain itu latihan bersama ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan Inter-Operability dan kesiapsiagaan diantara kedua angkatan udara terutama dalam bidang profesionalisme, peralatan, prosedur dan dukungan logistik.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Brunei atas kerja sama di sektor pertahanan yang telah dibangun selama ini khususnya dalam latihan bersama kedua angkatan udara. Lebih lanjut dikatakan Menhan bahwa hubungan persahabatan kedua negara yang terjalin selama ini berjalan dengan sangat baik dan semakin erat. “Komunikasi antar pejabat selama ini dilakukan dengan cukup intens,” ujar Menhan.
Saat melakukan kunjungan kepada Menhan, TUDB beserta rombongan didampingi Kasau Marsekal TNI I.B. Putu Dunia, Aspam Kasau Marsda TNI Zulhasymi, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Sonny E.S. Prasetyo dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen TNI Sisriadi.
Sumber : DMC
Hal tersebut diungkapkan pejabat TUDB Brigadier Jenderal (U) Haji Wardi bin Haji Abdul Latif saat melakukan kunjungan kepada Menteri Pertahanan (Menhan) Purnomo Yusgiantoro, Selasa (4/2), di Kemhan Jakarta. Selain itu latihan bersama ini juga dimaksudkan untuk meningkatkan Inter-Operability dan kesiapsiagaan diantara kedua angkatan udara terutama dalam bidang profesionalisme, peralatan, prosedur dan dukungan logistik.
Dalam kesempatan tersebut, Menhan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah Brunei atas kerja sama di sektor pertahanan yang telah dibangun selama ini khususnya dalam latihan bersama kedua angkatan udara. Lebih lanjut dikatakan Menhan bahwa hubungan persahabatan kedua negara yang terjalin selama ini berjalan dengan sangat baik dan semakin erat. “Komunikasi antar pejabat selama ini dilakukan dengan cukup intens,” ujar Menhan.
Saat melakukan kunjungan kepada Menhan, TUDB beserta rombongan didampingi Kasau Marsekal TNI I.B. Putu Dunia, Aspam Kasau Marsda TNI Zulhasymi, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Sonny E.S. Prasetyo dan Kepala Pusat Komunikasi Publik Brigjen TNI Sisriadi.
Sumber : DMC
Ditjen Pothan Siapkan Grand Design Cyber Defence Untuk Hadapi Ancaman Non-Traditional
Diunggah Oleh:
filereid12345678
pada Rabu, Maret 05, 2014
Grand design cyber defence yang disiapkan Direktorat Jenderal Potensi Pertahanan (Ditjen Pothan) Kemhan dibentuk untuk menghadapi ancaman-ancaman non traditional seperti cyber crime, terorisme maupun cyber spionage. Demikian diungkapkan Menhan Purnomo Yusgiantoro saat menghadiri paparan produk Grand design cyber defence Direktur Jenderal Potensi Pertahanan (Dirjen Pothan) Kemhan selaku Ketua Tim Kerja (desk) cyber defence, Rabu (26/2), di Kemhan.
Dalam paparan yang dihadiri pejabat eselon I dan II Kemhan, Menhan berharap para peserta dapat memberi masukan terhadap paparan Dirjen Pothan tentang produk Grand design cyber defence guna menyempurnakan hasil yang telah dibuat oleh Tim Kerja (desk) cyber defence Kemhan .Kemhan melalui Tim Kerja (desk) cyber defence telah menyusun produk grand design cyber defence. Grand design cyber defence diantaranya memuat peta jalan strategi nasional pertahanan siber dan 3 (tiga) Rancangan Permenhan tentang Pusat Operasi Pertahanan Siber (COC/Cyber Operation Center), Rancangan Perpres tentang Komite Pertahanan Siber Nasional, Pengamanan Informasi di lingkungan Kemhan/TNI serta penyelenggaraan nama domain di lingkungan Kemhan/TNI.
Hal ini selaras dengan kebijakan pertahanan tahun 2014, yang diantara sasarannya adalah mewujudkan pertahanan siber nasional sebagai salah satu strategi pertahanan negara dengan membentuk Komite Pertahanan Siber Nasional.
Sementara itu dalam paparannya, Dirjen Pothan Kemhan Timbul Siahaan mengatakan peta jalan strategi nasional pertahanan siber dibuat sebagai pedoman dalam pembangunan, pengembangan dan penerapan pertahanan siber nasional, agar penyelenggaraan pertahanan siber nasional dapat dilaksanakan dengan tertib, aman, lancar dan akuntabel.
Kemampuan pertahanan siber nasional yang ingin dikembangkan adalah terbentuknya regulasi siber yang kuat, pengorganisasian dengan tata kelola yang baik serta sinergi dengan yang telah ada di setiap sektor, infrastruktur yang modern dan handal, serta pembinaan dan peningkatan potensi sumber daya manusia nasional siber yang terarah dan berkesinambungan.
“Kedepannya diharapkan terdapat suatu badan atau komite nasional yang akan menangani segala permasalahan yang merupakan ancaman non militer,” ungkap Dirjen Pothan. (DMC)
Dalam paparan yang dihadiri pejabat eselon I dan II Kemhan, Menhan berharap para peserta dapat memberi masukan terhadap paparan Dirjen Pothan tentang produk Grand design cyber defence guna menyempurnakan hasil yang telah dibuat oleh Tim Kerja (desk) cyber defence Kemhan .Kemhan melalui Tim Kerja (desk) cyber defence telah menyusun produk grand design cyber defence. Grand design cyber defence diantaranya memuat peta jalan strategi nasional pertahanan siber dan 3 (tiga) Rancangan Permenhan tentang Pusat Operasi Pertahanan Siber (COC/Cyber Operation Center), Rancangan Perpres tentang Komite Pertahanan Siber Nasional, Pengamanan Informasi di lingkungan Kemhan/TNI serta penyelenggaraan nama domain di lingkungan Kemhan/TNI.
Hal ini selaras dengan kebijakan pertahanan tahun 2014, yang diantara sasarannya adalah mewujudkan pertahanan siber nasional sebagai salah satu strategi pertahanan negara dengan membentuk Komite Pertahanan Siber Nasional.
Sementara itu dalam paparannya, Dirjen Pothan Kemhan Timbul Siahaan mengatakan peta jalan strategi nasional pertahanan siber dibuat sebagai pedoman dalam pembangunan, pengembangan dan penerapan pertahanan siber nasional, agar penyelenggaraan pertahanan siber nasional dapat dilaksanakan dengan tertib, aman, lancar dan akuntabel.
Kemampuan pertahanan siber nasional yang ingin dikembangkan adalah terbentuknya regulasi siber yang kuat, pengorganisasian dengan tata kelola yang baik serta sinergi dengan yang telah ada di setiap sektor, infrastruktur yang modern dan handal, serta pembinaan dan peningkatan potensi sumber daya manusia nasional siber yang terarah dan berkesinambungan.
“Kedepannya diharapkan terdapat suatu badan atau komite nasional yang akan menangani segala permasalahan yang merupakan ancaman non militer,” ungkap Dirjen Pothan. (DMC)
04 Maret, 2014
Penembak Polisi Terkait Peledakan Bom Poso dan Palu
Diunggah Oleh:
filereid12345678
pada Selasa, Maret 04, 2014
Aparat Kepolisian di Sulawesi Tengah mensinyalir kelompok bersenjata yang menyergap anggota polisi saat melakukan patroli di pegunungan Poso Pesisir Utara pada Senin, 3 Maret 2014 siang, terkait dengan aksi-aksi teror lainnya di wilayah itu.
Wakapolda Sulteng, Komisaris Besar Polisi Albert Rodja, mengakui aksi penyergapan yang membuat dua anggota Brimob Bharada Samsu Alam dan Bripda Bahar tertembak itu terkait dengan aksi peledakan bom di kantor Radar Sulteng, Radar TV Palu dan aksi bom di Poros Desa Pantangolemba Poso Pesisir.
"Soal keterkaitan itu memang kami mensinyalirnya seperti itu. Namun kami masih menyelidikinya," kata Rudolf yang ditemui di RS Bhayangkara, Palu, Senin malam.
Menurut Rudolf, kedua anggota polisi itu disergap kelompok sipil bersenjata saat melakukan patroli rutin di wilayah pegunungan kilometer delapan dan sembilan Poso Pesisir.
Senin pagi, anggota kepolisian yang terdiri dari satu peleton Brimob Polres Poso dan Densus 88 melakukan penyisiran di pegunungan kilometer delapan dan sembilan Dusun Mauro Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara.
Saat tiba di perkebunan warga di Desa Kilo, tiba-tiba polisi dihadang warga sipil bersenjata. Akibatnya dua anggota polisi dari Brimob Polres Poso kena tembak.
"Saat itu memang anggota kami sedang melakukan penyisiran. Karena kami mensinyalir para kelompok radikal itu bersembunyi di sekitar wilayah itu," ujarnya.
Hingga Senin malam, situasi di wilayah Poso Pesisir Utara masih kondusif. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap para sipil bersenjata di wilayah pegunungan di kilometer sembilan, Poso Pesisir Utara.
Polisi sendiri mengintensifkan penyisiran hingga malam tadi guna mempersempit ruang gerak para kelompok radikal bersenjata tersebut. (VivaNews)
Wakapolda Sulteng, Komisaris Besar Polisi Albert Rodja, mengakui aksi penyergapan yang membuat dua anggota Brimob Bharada Samsu Alam dan Bripda Bahar tertembak itu terkait dengan aksi peledakan bom di kantor Radar Sulteng, Radar TV Palu dan aksi bom di Poros Desa Pantangolemba Poso Pesisir.
"Soal keterkaitan itu memang kami mensinyalirnya seperti itu. Namun kami masih menyelidikinya," kata Rudolf yang ditemui di RS Bhayangkara, Palu, Senin malam.
Menurut Rudolf, kedua anggota polisi itu disergap kelompok sipil bersenjata saat melakukan patroli rutin di wilayah pegunungan kilometer delapan dan sembilan Poso Pesisir.
Senin pagi, anggota kepolisian yang terdiri dari satu peleton Brimob Polres Poso dan Densus 88 melakukan penyisiran di pegunungan kilometer delapan dan sembilan Dusun Mauro Kawende Kecamatan Poso Pesisir Utara.
Saat tiba di perkebunan warga di Desa Kilo, tiba-tiba polisi dihadang warga sipil bersenjata. Akibatnya dua anggota polisi dari Brimob Polres Poso kena tembak.
"Saat itu memang anggota kami sedang melakukan penyisiran. Karena kami mensinyalir para kelompok radikal itu bersembunyi di sekitar wilayah itu," ujarnya.
Hingga Senin malam, situasi di wilayah Poso Pesisir Utara masih kondusif. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap para sipil bersenjata di wilayah pegunungan di kilometer sembilan, Poso Pesisir Utara.
Polisi sendiri mengintensifkan penyisiran hingga malam tadi guna mempersempit ruang gerak para kelompok radikal bersenjata tersebut. (VivaNews)
Langganan:
Postingan (Atom)






