18 Maret, 2014

Road Map Kapal Selam Produksi PT PAL

Setelah kita mendengar pembelian KS Kilo batal dan pemerintah lebih memilih untuk pengadaan KS dalam negeri berbasis TOT KS Changbogo class dari Korea. Maka sebagai analisator kita hanya bisa membuat analisa apa saja teknologi kapal selam Type U Jerman yang bisa diaplikasikan untuk KS ke empat yang akan diproduksi oleh PT PAL setelah menyelesaikan pembuatan KS Changbogo yang ke tiga.

Kredit foto KS Nanggala saat dipotong di DSME korea
Kredit foto KS Nanggala saat dipotong di DSME Korea

PT PAL dalam pembuatan dan pengembangan Kapal selam yang ke empat pastinya harus lebih baik dari CBG class yang sudah diajarkan oleh korea Alasannya selain untuk tidak meniru hak paten pengembangan U 209 dari Korea, PT Pal juga harus memenuhi standar tinggi yang ditetapkan oleh usernya yaitu TNI AL. Salah satu Lagu Wajib yang harus dipenuhi oleh TNI AL dalam speck KS yang diinginkan yaitu bisa menembakkan rudal sub berdaya jelajah menengah 300-400 km. Untuk itu PT PAL harus belajar kepada ahli ahlinya yang mempunyai teknologi tersebut yaitu Jerman dan Rusia.


Sekarang kita akan membahas yang teknologi Jerman dan yang berteknologi Rusia karena PT PAL membangun CBG berbasis KS U209 buatan Jerman. Sedangkan kapal selam buatan Jerman teranyar yang mampu menembakkan rudal sub tersebut adalah KS U-212 dan U-214.

Perbandingan U-212 dan U-214

KS U-212 menggunakan “ A non magnetic hull ” ini wujud persyaratan dari AL Jerman yang menginkan KS tidak bisa terdeteksi dikedalaman laut baltic yg rata rata sekitar 56 m.

Dalam situasi seperti itu, metode pertahanan yang paling penting dari sebuah kapal selam dalam menyelam dan mencoba menghilang dari deteksi sonar. Oleh karena itu, kebutuhan untuk lambung baja non-magnetik sangat diperlukan

Baja non-magnetik juga dikenal di industri sebagai “sweet steel.” Artinya bahwa itu adalah Lebih LEMBUT dari pada baja yang digunakan di Hull U-214 yang lebih keras. Sehingga perwujutan dalam kemampuan menyelam U-214 dapat menyelam lebih dalam dari U-212, tetapi di perairan dangkal seprti lautan Baltik U-212 akan mudah menyelinap dan kabur dari sergapan lawan sementara U-214 mungkin akan ditangkap oleh sonar.

Karena kekhususan itu U 212 tidak pernah ditawarkan ke Angkatan laut negara lain, sedangkan Italia memesan U 212 saat Jerman belum mengembangkan type U 212, dalam artian U 214 belum lahir.



Sistem yang diinstal di kedua KS tersebut bisa dubah sesuai selera dan kebutuhan angkatan laut pemesan sedangkan teknologi yang diinstal di U 212 dan U 214 aslinya berselisih waktu sekitar sepuluh tahunan. Tonase U-212 sekitar 1450 ton dengan kecepatan 20 knot daya jelajah 8000 NM (14,800 Km) endurance 3 minggu, dengan persenjataan 6x peluncur torpedo 533mm dan IDAS misile.

Sedangkan U-214 bertonase 1690 ton dengan panjang 65 meter,  kecepatan 20 knot, daya jelajah 12 000 miles (19.300Km) endurance 12 minggu, dengan persenjataan 8x peluncur torpedo 533m yang empat diantaranya mampu meluncurkan rudal sub harpon.

Sesuai dengan tugas yang diemban oleh Satuan kapal selam Deutsche Marine sebagai bagian tak terpisahkan dari NATO Submarine Command, adalah untuk melakukan peran operasi ASW, intelijen, dan insurjensi di perairan Laut Utara dan Laut Baltik.

Bila diterjemahkan dalam konteks yang lebih riil, Eskader Kapal Selam AL Jerman bertugas untuk memonitor pergerakan KS Rusia yang beroperasi di wilayah kedua lautan tersebut. Dalam menjalankan tugas tersebut, U212 terbukti sangat efektif dan efisien, serta memiliki fleksibilitas tinggi untuk menjalankan berbagai macam profil misi

Meskipun secara desain mampu beroperasi di kedalaman 430 m (operational depth 430m, hull-crush depth 500 m) berkat high tension HY-80 non magnetic steel, namun pada kenyataannya, berkat desain sirip belakang X serta sistem kemudi yang sangat presisi, memampukan KS ini untuk dengan rileks bermanuver di laut yang dangkal (depth < 50 m), kemampuan yang masih jarang dimiliki oleh Kapal Selam. Bahkan Amerika sendiri sampai harus mengeluarkan bermiliar dolar untuk mendesain KS Virginia class agar bisa bermanuver dengan baik di laut dangkal (utk kepentingan operasi intelijen/insurjen).

Keunggulan lain Kapal selam ini berkat desain bodi “Tear Drop” sempurna (perhatikan bentuk lambung dan conning tower alias menara anjungan), serta lapisan polimer khusus pada dinding luar lambung, membuat KS ini betul betul senyap, tidak memiliki “hydrodynamic noise” atau derau hidrodinamis yang bisa ditangkap oleh sonar. Sudah ditest dilapangan pada Exercise Dynamic Mongoose NATO, sangat susah untuk mendeteksi KS ini dengan sonar aktif, apalagi dengan sonar pasif.

Plus, dengan propulsi AIP racikan Siemens yang sudah cukup matang secara desain, memampukan KS ini untuk beroperasi dalam “envelope” yang nyaris mirip dengan KS nuklir, tidak perlu surface dalam waktu 45 hari. Jelas, dalam konteks pertempuran ASW, ini sangat-sangat mendukung survivability Kapal selam.

Kapal selam Kilo

Kilo Yang lebih berat, besar dan panjang dari KS U-212 dan U-214 mempunyai deterrent tersendiri.

Dengan tonase 2350 Ton, panjang 74 meter kecepatan 25 knot, endurance 45 hari dengan persenjataan 6 x peluncur torpedo 533 dan mampu menembakkan club S anti ship misile. Kilo Sebagai kapal selam yang beroperasi di lautan dalam ocean going dan berperan sebagai kapal selam anti kapal permukaan dan anti kapal selam dilengkapi dengan sonar yang kuat

Proyek 877 kapal dilengkapi dengan Rubikon MGK-400 Sonar sistem (NATO reporting name Shark Gill), yang mencakup deteksi ranjau dan menghindari dari sonar MG-519 Arfa (with NATO reporting name Mouse Roar). Baru pada Proyek 636 kapal dilengkapi dengan peningkatan MGK-400EM, dengan MG-519 Afra juga upgrade ke MG-519EM Sistem sonar yang ditingkatkan telah mengurangi jumlah operator yang dibutuhkan oleh berbagi konsol yang sama melalui otomatisasi.

Kapal selam buatan rusia untuk sistem persenjataan dan Fungsi dibandingkan dengan kapal selam buatan Jerman rata rata akan lebih besar dan berat. Hal ini dikarenakan Kapal selam buatan Rusia prinsipnya memakai lambung berganda, dan cincin penguat silinder pressure hull berada di luar, sementara KS Eropa berada di dalam, disamping itu jumlah cincinnya akan lebih banyak ketimbang kapal selam buatan eropa. Otomatis baja yang digunakan akan semakin banyak dan berat

Kilo dapat berperan sebagai satuan pemukul berat, khususnya dalam konteks peran anti kapal permukaan.  Club S itu adalah senjata penggentar, yang bila digunakan dengan tepat bisa membuat gugus tugas kapal induk pun berkeringat dingin

Kapal selam Rasa Nusantara buatan PT PAL

Dengan Kerjasama PT PAL dengan DSME Korea dalam pembuatan Kapal selam jenis Improve changbogo menjadikan PT PAL mampu merakit Kapal selam yang berdasarkan Hul U 209 Jerman.

Kapal selam ke dua yang akan dibuat oleh PT PAL akan menambahkan cita rasa nasional dispeck kapal selam tersebut: PT PAL bisa membuat kapal selam berdasarkan Jenis untu kebutuhan TNI ALyang akan menunjang operasi Korps Hiu yaitu :Kapal selam Heavy, Kapal selam medium dan Kapal selam Light.



Untuk Kapal selam Heavy sementara ini perannya bisa diwakili oleh Kilo class dan Kilo Improve. Suatu saat nanti PT PAL bisa membuat KS merujuk desain Kilo dengan rudal S dan Torpedo kelas beratnya untuk satuan pemukul berat anti kapal permukaan dan Land Attack

Sebagai alternatif juga bisa membuat Kapal selam berbobot 1800 ton mengusung Teknologi U 214 dengan panjang sekitar 65 meter ber AIP dengan kemampuan meluncurkan torpedo kelas berat dan mampu meluncurkan rudal sub harpon dan dibekali IDAM

Kapal selam Medium bisa menggunakan desain U-209 dan U-212 sebagai kapal selam patroli sub combat dan Kapal selam dengan kemampuan peran operasi ASW, intelijen, dan insurjensi.

Kapal selam Light PT Pal bisa menggunakan desain KS mini 22 meter (midget) untuk operasi ASW dan Gerilya laut.



Dengan Road map diatas PT PAL yang sudah mendapatkan suntikan dana Penyertaan Modal Negara (PMN) dari pemerintah senilai US$ 250 juta atau kurang lebih Rp 2,5 triliun untuk memproduksi kapal selam di Surabaya.Sebagai Modal awal bisa membuat jenis jenis Kapal selam yang dibutuhkan oleh Korps Hiu Kencana.Untuk mendukung Road Map diatas diharapkan PT PAL bisa membangun jaringan net working dengan galangan kapal selam Jerman TKMS yang sudah dimulai dengan PT PAL menggadeng TKMS dalam program over houle KS Cakra yang akan dilaksanakan.

Dan juga tidak kalah pentingnya memaksimalkan kerjasama perawatan Kapal selam dari Rusia yang sudah di mulai pembicaraannya pada Juli 2013 antara Dubes Rusia dan Kemenhan yang menyangkut Kerjasama Teknik Militer antara kedua negara dalam hal penyediaan material dan renovasi Kapal Selam

Dan yang Terakhir Dukungan Pemerintah yang ISTIQOMAH untuk kemadirian beralutsista, salah satu upayanya untuk dipertimbangkan yaitu:

Pemerintah bisa menetapkan kerangka pembiayaan jangka panjang untuk industri pertahanan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Untuk mengembangkan industri pertahanan dalam negeri, karena dibutuhkan kemampuan teknologi juga butuh pembiayaan yang besar.

“Segera Dimungkinkan untuk membiayai kegiatan tersebut melalui lembaga keuangan, seperti Bapindo tempo dulu”, negara-negara tetangga seperti Malaysia, India dan Thailand sudah memiliki bank seperti tersebut (Bapindo).

Ke depan, pemerintah harus memberikan dana ke lembaga keuangan yang tugasnya membiayai sektor industri. Hal itu untuk pemberian kredit jangka panjang dengan bunga yang rendah untuk industri pertahanan dan industri lainnya. Karena bagaimanapun Kemandirian ber alutsista adalah real Deterrent yang lebih baik daripada hanya sekedar sebagai negara yang hanya bisa beli alutsita canggih. (By Satrio | JKGR)


Menhan : Ancaman Non Militer Lebih Dominan

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengatakan, karakteristik ancaman terhadap pertahanan negara saat ini lebih dominan dan lebih banyak dari ancaman non militer. Selain itu  ancaman juga bersifat sangat kompleks, multidimensi dan ketidakpantian tinggi.

Ancaman Non Militer Lebih Dominan

“Karakteristik ancaman itu ada empat, non militer itu dominan. Ancaman lewat jalur - jalur yang bukan militer itu sekarang itu lebih banyak.  Tetapi bukan berarti ancaman militernya dilupakan, karena perang itu bisa terjadi setiap saat, tetap kita harus selalu waspada”, jelas Menhan saat memberikan pembekalan kepada  siswa SMA TN Angkatan XXIII dalam kunjungan Karyawisata ke Kementerian Pertahanan, Selasa (18/3).


Lebih lanjut Menhan mengatakan bahwa, semakin kedepan tantangan yang akan dihadapi bangsa Indonesia akan semakin banyak, tidak hanya tantangan militer tetapi juga tantangan non militer. Hal tersebut  harus diwaspadai oleh seluruh generasi muda Indonesia selaku penerus dan pewaris bangsa.

Untuk itu, Menhan dalam pembekalannya berpesan kepada para Siswa SMA TN dan seluruh generasi muda  Indonesia harus sadar dan mempersiapkan diri  dalam menghadapi tantangan yang luar biasa kedepan itu.  “Hidup semakin lama tantangannnya kalau kita plot, antara hidup dan tantangan itu grafiknya eksponensial”, jelas Menhan. (DMC)


Kemhan Siapkan Perwira Ahli Negosiator Internasional

Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI menyiapkan sejumlah Perwira Menengah (Pamen) TNI menjadi ahli negosiator, bagi personel Kemhan dan TNI khususnya bidang kerja sama pertahanan bersifat internasional.

Kemhan Siapkan Perwira Ahli Negosiator Internasional

Hal tersebut terungkap saat Pembukaan Workshop Komunikasi Strategis (Workshop Strategic Communication Skills), mulai 12 sampai 21 Maret 2014, yang dibuka Kepala Pusat Pendidikan (Kapusdiklat) Bahasa Kemhan RI Laksamana Pertama TNI Ir. Paruntungan Girsang, M.Sc., MA, yang mewakili Kepala Badan Pendidikan dan Latihan (Kabadiklat) Kemhan RI Mayjen TNI Hartind Asrin, di Jakarta, Senin (17/3).


Workshop yang baru pertama kalinya diselenggarakan dan sebagai hasil kerja sama Badiklat Kemhan RI dengan Kedutaan Besar Inggris untuk Indonesia (British Embassy) serta Konsulat Jenderal Inggris (British Consulat), diikuti 20 orang Pamen TNI yang berasal dari Kemhan, Mabes TNI serta Ketiga Angkatan.

Dalam sambutan tertulis Kabadiklat Kemhan RI yang dibacakan oleh Kapusdiklat Bahasa mengatakan, meningkatnya hubungan kerja sama Indonesia dengan negara sahabat khususnya bidang pertahanan, membutuhkan personel Kemhan dan TNI yang memiliki kemampuan berdiplomasi, bernegosiasi, mampu berkomunikasi dalam aktifitas dunia internasional serta mampu menyampaikan informasi bersifat informatif.

Sementara Kapusdiklat Bahasa ketika diwawancari sejumlah media massa menyatakan, bahwa tujuan mendasar dari workhop ini adalah, membekali para perwira Kemhan dan TNI agar dapat memiliki kemampuan bahkan memenangkan satu diplomasi di tingkat regional dan global.

Sedangkan tenaga pengajar berasal dari Badiklat Kemhan serta Konsulat Jenderal Kedutaan Besar Inggris Mr. Colm Downes, membekali para perwira TNI yang akan menduduki posisi strategis tersebut dengan sejumlah materi diantaranya, prinsip-prinsip dan kemampuan bernegosiasi, menjadi pembicara dan presentasi yang efektif serta menjalin hubungan baik bersama media massa. (DMC)


Personel Mabes TNI Resmi Mengunakan Baret Hitam

Mabes TNI hari ini ini resmi menetapkan pemakaian baret hitam. Peraturan ini diwajibkan bagi setiap personel yang bertugas di lingkungan Unit Organisasi Mabes.

Personel Mabes TNI Resmi Mengunakan Baret Hitam

"Menggunakan baret sebagai perlengkapan pakaian dinas seragam TNI," kata Kadispenum Puspen TNI Kolonel Inf Bernardus Robert dalam rilis yang diterima detikcom, Selasa (18/3/2013).

Upacara peresmian penggunaan baret hitam ini dipimpin langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko selaku inspektur upacara di lapangan Upacara B-3 Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa (18/3/2014). Pemakaian baret bagi prajurit Mabes TNI berdasarkan Keputusan Panglima TNI Nomor Kep/190/III/2014.


Upacara pembaretan ini diikuti oleh seluruh prajurit Mabes TNI, dengan Komandan Upacara Kolonel Laut (S) Ivan Yulivan yang sehari-harinya menjabat sebagai Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Mabes TNI.



Jenderal TNI Moeldoko dalam pengarahannya menekankan bahwa tugas seorang pemimpin atau Komandan ada dua hal: Pertama, menyiapkan pasukannya agar setiap saat siap tempur dan siap operasional. Kedua, menjaga dan memelihara serta meningkatkan kesejahteraan anak buahnya.

“Pemakaian baret ini dimaksudkan agar seluruh prajurit TNI memiliki pemikiran dan keinginan yang sama yaitu bagaimana TNI menyamakan langkah menuju tugas pokok TNI, sehingga dapat menjadi lebih solid serta sumber daya manusianya dapat terus ditingkatkan”, ujar Panglima TNI.

Hadir pada acara tersebut Kasum TNI Marsdya TNI Boy Syahril Qamar, S.E., Irjen TNI Letjen TNI Geerhan Lantara, para Asisten Panglima TNI, Kabalakpus TNI, seluruh personel TNI dan PNS Mabes TNI. (Detik)


17 Maret, 2014

Mengenal BTR-4 yang Akan Memperkuat Korps Marinir

Korps Marinir TNI AL segera akan diperkuat dengan 5 unit kendaraan lapis baja Bronetransporter 4 atau BTR-4 buatan Ukraina.

Mengenal BTR-4 yang Akan Memperkuat Korps Marinir

Seperti yang telah diberitakan, agen ekspor impor persenjataan Ukraina "SpetsTechnoExport" telah memenangkan tender pembelian kendaraan lapis baja untuk keperluan Korps Marinir dengan menawarkan BTR-4 yang diproduksi oleh Biro Desain Kharkiv Morozov Machine Building (KMDB) Ukraina.

Kontrak ini masih merupakan langkah awal dari program pembelian kendaraan lapis baja Korps Marinir. Jika kontrak sudah terlaksana, 50 kendaraan serupa juga akan dibeli. Juga perlu dicatat bahwa kemenangan Ukraina atas tender BTR-4 merupakan hasil kerja keras dan perjuangan panjang untuk menyisihkan kompetitor berat mereka yaitu eksportir dari Rusia.


Sejak era 60-an, sistem senjata yang menjadi pilihan Korps Marinir sebagian besar berasal dari Eropa Timur, termasuk kendaraan lapis baja yang terbaru yaitu BVP-2 dan BMP-3F yang masing-masing berasal dari Slovakia dan Rusia. Selain itu, Korps Marinir juga memiliki kesan mendalam pada sosok kendaraan lapis baja beroda 8x8, sebut saja BTR-80A yang dimpor dari Rusia, meskipun hanya dimiliki 12 unit, tapi BTR-80A sangat andal dalam mendukung misi batalyon mekanis TNI dalam kontingen pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UNIFIL).

BTR-4

BTR-4 adalah kendaraan lapis baja angkut personel beroda 8x8 yang dirancang oleh Biro Desain Kharkiv Morozov Machine Building (KMDB), yang mana adalah perusahaan swasta Ukraina. Prototipe BTR-4 pertama kali diperkenalkan saat pameran Aviasit 2006 yang diadakan di Ukraina pada bulan Juni 2006.


 

BTR-4 cocok digunakan oleh pasukan reaksi cepat dan Korps Marinir. Kendaraan tempur yang mampu mengangkut hingga 10 tentara (termasuk awak) ini didesain untuk dioperasikan di jalan dan lintas negara dalam iklim yang ekstrem dan cuaca buruk baik siang maupun malam dengan kisaran suhu -40 sampai +55 derajat Celcius.

Persenjataan

Dalam konfigurasi standar, BTR-4 dilengkapi dengan stasiun senjata GROM yang terdiri dari senjata 30 mm dengan 360 putaran, peluncur granat otomatis 30 mm dengan 150 putaran, senapan mesin 7,62 mm dengan 1.200 putaran dan 4 peluncur rudal anti tank Konkurs dan Baryer. Selain dilengkapi dengan stasiun senjata GROM, BTR-4 juga dapat dilengkapi dengan stasiun senjata Shkval atau BAU 23x4. Modul Shkval terdiri dari senjata 30 mm dengan 360 putaran, peluncur granat 30 mm dengan 150 putaran, senapan mesin 7,62 mm dengan 2.000 putaran dan dua rudal anti-tank Konkurs atau Baryer. Sedangkan BAU 23x2 terdiri dari dua senjata otomatis 23 mm dengan 400 putaran dan satu senapan mesin 7,62 mm dengan 2.000 putaran.



Desain dan perlindungan


BTR-4 berdimensi panjang 7,65 m, lebar 2,9 m, tinggi 2,93 m dan dan berbobot 17,5 ton. Tata letak kendaraan ini mirip dengan kendaraan lapis baja Pandur (Austria), Piranha (Swiss), dan Patria AMV (Finlandia) - pengemudi dan komandan duduk di depan lambung, mesin di tengah, pasukan berada di belakang. Pasukan keluar-masuk melakui pintu belakang.

Lambung BTR-4 terdiri dari tiga kompartemen yaitu kompartemen depan yang merupakan stasiun mengemudi, kompartemen tengah sebagai 'powerplant' kendaraan, dan kompartemen belakang yang merupakan kompartemen personel.



BTR-4 versi standar menawarkan perlindungan balistik terhadap senjata api kaliber menengah. Juga dapat dilengkapi dengan add-on armour, yang akan memberikan perlindungan yang lebih optimal. Kendaraan ini memiliki desain perlindungan modular. BTR-4 terlindung dari senapan mesin 7,62 mm dari jarak berapa pun. Selain itu, set perlindungan tambahan juga dapat dipasang tergantung kondisi operasi. Misalnya untuk kondisi perkotaan, ditambahkan set perlindungan khusus untuk meningkatkan perlindungan terhadap peluncur granat dan ranjau. Sedangkan untuk penggunaan di daerah terbuka, ditambahkan perlindungan balistik dari amunisi kaliber hingga 30 mm.

Mobilitas dan aksesoris


BTR-4 bisa mengadopsi beberapa jenis mesin. Namun standar BTR-4 menggunakan mesin diesel 3TD two-stroke buatan Ukraina, dengan daya maksimum 500 hp (juga tersedia 600 hp). Memberikannya kecepatan maksimum dan jangkauan  masing-masing 110km/jam dan 690 km. Salah satu mesin lain yang bisa dilengkapkan pada BTR-4 adalah mesin diesel DEUTZ 4-stroke. Sedangkan untuk operasi amfibi, kendaraan ini didukung oleh waterjet.

BTR-4 dilengkapi dengan sistem perlindungan dari bahaya nuklir, biologi dan kimia (NBC). BTR-4 sepenuhnya kendaraan amfibi, didorong didalam air dengan dua baling-baling yang terpasang di sisi belakang lambung. Sedangkan pengemudinya dilengkapi dengan sistem visi siang dan malam

Varian

KMDB juga sudah dan sedang mengembangkan beberapa varian dari BTR - 4. Diantaranya:

  • BTR-4K. Kendaraan pos komando dengan perlengkapan komunikasi modern, tujuh awak dan berbobot 20 ton. 
  • BTR-4Ksh. Kendaraan komando dan staf dengan bobot 18 ton.
  • BRM-4K. Kendaraan pengintai dengan enam awak, lengkap dengan peralatan intai dan berbobot 20,7 ton.
  • BREM-4K. Kendaraan repair and recovery lengkap dengan crane dan winch yang diawaki oleh 4 personel.
  • BSEM-4K. Kendaraan ambulan dengan bobot 18,6 ton.
  • MPO-4K. Kendaraan dukungan tempur dengan senjata 120 mm (40 putaran) dan berbobot 21 ton.
  • BTR-4 BAU. Dengan dua senjata 23 mm pada turret.


Sumber : Artileri


Jangan Ada Capres Purnawirawan yang Paksa Anggota TNI Berpolitik

Kampanye terbuka partai politik sebagai tahapan pemilu legislatif sudah dimulai Minggu, 16 Maret 2014, dan berlangsung selama 21 hari sampai 5 April. Menyambut masa kampanye ini, TNI mengerahkan pasukannya untuk menjaga keamanan, dan mengingatkan seluruh anggotanya untuk tak terlibat politik praktis.

KSAD Jenderal TNI Budiman
Anggota TNI dilarang terlibat langsung atau tak langsung dalam dukung-mendukung terhadap partai politik atau calon presiden tertentu. Mereka misalnya tak boleh memberikan fasilitas untuk membantu kegiatan politisi atau partai politik dalam pemilu. Fasilitas itu bisa berupa tempat, kendaraan, atau sarana pendukung lain.

Panglima TNI bahkan mengancam akan“menebas kepala” prajurit yang bersikap tak netral dalam pemilu dengan menghancurkan kariernya. Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Jenderal Budiman, juga mengingatkan pentingnya netralitas anggotanya dalam pemilu. Berikut petikan wawancara ANTV dan wartawan VIVAnews, Syahrul Ansyari, dengan KSAD:


Netralitas TNI dalam pemilu apakah bisa dipegang teguh?

Netralitas merupakan harga mati bagi TNI. Untuk kami di Angkatan Darat, aturan-aturan tentang netralitas sudah dibuat sejak awal tahun 1998. Kemudian sebelum tahun 2004 sudah dikeluarkan aturan lagi tentang netralitas. Selanjutnya sebelum tahun 2009 diperbarui lagi. Kini menjelang pemilu 2014, netralitas ini kami tekankan sekali.

Bagi mereka yang mencoba melanggar, apabila pelanggaran itu sampai pada tingkat pidana, maka kami akan memecat anggota terkait. Kami tidak main-main dengan netralitas karena kami menyadari pemilu ini adalah pesta rakyat. Kegairahan rakyat harus kita ciptakan agar mereka bebas memilih, mengapresiasi wakil-wakil atau pemimpinnya sehingga terpilih yang sesuai dengan keinginan mereka. Ini kami jaga betul.

Kami minta tidak ada pihak yang mencoba mengintimidasi atau memaksa kelompok lain dengan memanfaatkan jabatan atau kewenangannya. Kami akan terus mawas diri untuk betul-betul netral.

Ancaman bagi pelanggarnya apakah betul sampai dipecat?

Itu apabila dia sampai melakukan tindak pidana.

Kalau untuk keluarga TNI bagaimana?

Keluarga TNI mempunyai hak yang sama seperti warga negara lain, yaitu hak memilih dan dipilih. Kepada keluarga TNI yang akan memilih, kami anjurkan menggunakan hak secara benar dan baik. Silakan memilih. Mereka pandai dan cerdas untuk memilih wakil maupun pemimpin yang terbaik bagi negara dan bangsa.

Tak khawatir keluarga TNI ada kecenderungan memilih calon tertentu?

Mereka sekarang sudah lebih pandai. Rakyat sangat pandai. Kami tidak bisa lagi bermain-main. Sedikit salah bicara atau salah melakukan sesuatu saja, mereka sudah menafsirkan macam-macam dan lapor ke mana-mana. Maka tidak ada kata lain selain netral.

KPU DKI Jakarta akan membangun tempat pemungutan suara (TPS) di Kompleks TNI. Bagaimana cara mencegah agar tak terjadi intimidasi atau penekanan tertentu pada TPS-TPS di Kompleks TNI itu?

TPS kan disesuaikan dengan jumlah pemilih. Kalau di Jakarta, seperti di Perumahan Cijantung (Kompleks TNI AD), itu kan sangat luas. Mau tidak mau, dibuat TPS di sekitar perumahan tersebut. Bagi kami, sah-sah saja. Silakan buat TPS dan kami akan tetap netral. Tidak akan ada yang memaksa.

Kalau kami tidak netral, nanti rakyat tidak akan percaya lagi kepada TNI. Bila itu terjadi, terlalu sulit bagi kami untuk memperbaikinya. Jadi satu kebodohan luar biasa kalau ada yang ingin untuk tidak netral.

Bakal capres purnawirawan TNI ada 4 nama –Wiranto, Prabowo Subianto, Pramono Edhie Wibowo, dan Endriartono Sutarto. Apa secara tak langsung ada kecenderungan berpihak pada salah satu nama itu?

Kami menghargai senior-senior kami yang mencalonkan diri sebagai calon presiden. Itu adalah hak warga negara. Tapi kami juga ingin ditempatkan pada porsi kami yang sebenarnya, yaitu tetap netral, dan anggota keluarga kami agar memilih sesuai hati nurani masing-masing.

Kami tidak ingin ada senior-senior kami yang punya kesempatan, memaksa-maksa anggota kami berpolitik. Kami sudah sangat cerdas dalam hal ini. Kami percaya keluarga kami juga sangat cerdas. Sudah bukan masanya lagi kita membujuk-bujuk dan memaksa-maksa.

Tapi bukannya ada hubungan persahabatan atau bekas atasan di TNI?

Secara pribadi, saya dekat dengan beliau berempat (Wiranto, Prabowo Subianto, Pramono Edhie Wibowo, dan Endriartono Sutarto). Tapi untuk urusan politik, maaf, kami menjalankan tugas masing-masing. Kebetulan saya masih berdinas aktif. Maka saya harus melaksanakan aturan untuk seluruh prajurit TNI, yaitu bertindak netral. Percayalah pada kami.

Apa saja persiapan TNI untuk pengamanan pemilu?

Seluruh unsur komandan, mulai para pangdam (panglima daerah militer), danrem (komandan resor militer), dandim (komandan distrik militer), sampai komandan batalyon, sudah kami kumpulkan dan jelaskan soal pengamanan pemilu.

Kami juga sudah rapat bersama dengan Kepolisian, karena tugas kami adalah membantu Kepolisian mengamankan Pemilu 2014.

Satuan-satuan yang akan ditugaskan beserta peralatannya pun sudah kami persiapkan. Pemetaan daerah juga sudah kami lakukan. Jadi cukup banyak hal yang sudah kami lakukan. Kami sekarang dalam kondisi siap melaksanakan tugas pengamanan pemilu.

Berapa jumlah personel yang diturunkan untuk mengamankan pemilu?

Seluruh satuan teritorial kami kerahkan. Sebagai langkah-langkah preventif, kami turunkan sepertiga dari kekuatan TNI AD, jumlahnya nyaris 100 ribu, mulai dari babinsa (bintara pembina desa), danramil (komandan rayon militer), dandim, sampai kodam (komando daerah militer).

Semua sudah kami siapkan. Tapi yang betul-betul mendapat dukungan logistik dari Kepolisian atau pemerintah adalah mereka yang berada di bawah kendali operasi Kepolisian. Dalam hal ini, kami siapkan sekitar 35 orang atau satu peleton untuk setiap Polres nonkota. Sementara untuk Polres Kota bisa sampai satu kompi atau sekitar 130 orang.

Kemudian untuk Polda yang dipimpin oleh seorang Brigadir Jenderal, kami menyiapkan dua SSK  (satuan setingkat kompi) yang berjumlah sekitar 270 orang. Untuk yang setingkat Inspektur Jenderal, kami menyiapkan satu batalyon atau hampir 400 orang. Sementara untuk cadangan terpusat, kami siapkan satu brigade atau tiga batalyon yang berjumlah sekitar 2.500 orang.

Di Jakarta sempat digelar simulasi pengamanan pemilu dari Kepolisian. Kalau untuk di daerah, apa yang diantisipasi?

Kami mengantisipasi adanya kemungkinan satu kelompok masyarakat yang mencintai kelompoknya secara berlebihan, sehingga melakukan tindakan-tindakan tak bertanggung jawab apabila kelompoknya ini tidak berhasil unggul atau menjadi yang terbaik. Jangan sampai ada intimidasi atau tekanan dari satu kelompok ke kelompok lain. Ini yang kami cegah.

Masih soal pengamanan pemilu, daerah mana saja yang dinilai rawan?

Kami anggap semua daerah memerlukan perhatian. Kami tidak bisa mengkhususkan pada salah satu. Papua, Aceh, Jakarta, Solo, Kalimantan, Makassar, punya ciri khas sendiri. Oleh sebab itu tidak bisa kami sepelekan.

Kami sadari pemilu ini pesta milik rakyat. Kami percaya rakyat juga menyambut dengan antusias, sehingga kami mengimbau kepada orang-orang yang mencoba mengganggu atau ingin bermain, jangan. Nanti akan berhadapan dengan kami.

KPU minta bantuan kepada TNI dan Polri untuk mendistribusikan logistik pemilu. Untuk TNI AD, apa saja yang sudah dilakukan terkait hal itu?

Kami pada dasarnya membantu. Kami siapkan betul, mulai pesawat –pesawat besar, pesawat sayap cepat, helikopter, sampai mobil, motor babinsa. Hanya kami tdiak akan mengerjakan distribusi logistik pemilu sendiri. Jadi petugasnya harus ada dan permintaannya harus tertulis. Ini agar tak ada kecurigaan bahwa distribusi itu karena keinginan kami sendiri. Kami membantu dan menyediakan peralatan, tapi penanggung jawabnya harus ada.

Helikopter, pesawat CASA, kami siapkan. Kapal laut juga kami punya. Akhir Maret kami punya dua kapal laut baru berkecepatan 40 knot yang bisa menembus ombak berapapun tingginya asal nakhodanya masih kuat. Kapal ini buatan Indonesia, dalam negeri, dikerjakan oleh swasta kita. Hanya mesin dan water gate-nya yang dari luar negeri.

Apakah ada kendala distribusi logistik, misalnya di daerah konflik?

Insya allah tidak ada. Misal di Papua, kekuatan bersenjatanya kecil, hanya dia menguasai medan. Itu gerilya. Adakalanya dia menang. Tapi kalau dihitung jumlah menang-kalahnya, kami (TNI) masih menang. Yang bahaya di Papua itu politik untuk memerdekakan diri.

Tak ada rombongan pengangkut logistik yang dihadang kelompok separatis?

Jumlahnya (kelompok separatis) kecil. Tidak terlalu dihitung. Untuk Papua, kami takutnya jika sampai salah menangani, akan dimanfaatkan secara politik. Itu yang paling bahaya. Oleh sebab itu, kalau dia (separatis) mulai duluan, baru kami sikap. Atau kami intip dari jauh. Begitu dia kelihatan membawa senjata, baru kami sikat.

Di luar itu, tidak boleh. Karena prinsip kami dalam menangani Papua adalah memberi rasa keadilan. Mereka adalah sesama bangsa Indonesia. Kita harus memberi keadilan kepada mereka sehingga mereka mendapatkan kesejahteraan dan pendidikan setara dengan kita.

Kalau soal gangguan kelompok bersenjata, tunggu dulu dia kelihatan, baru kami kejar. Atau kalau dia melakukan sesuatu, baru kami kejar. Kalau kita yang mencari dia, tidak boleh. Kami tidak terlalu khawatir soal itu. (VivaNews)