14 April, 2014

Harapan Prajurit Kopassus di Ulang tahun yang ke 62

Sebagai salah satu pasukan elit yang terkenal di dunia, Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus) terus memperbaiki kerja dan kinerja prajuritnya. Di usianya yang menginjak 62 tahun Kopasus harus lebih mengedepankan profesionalitas diatas segalanya.

Mayjend TNI Agus Sutomo

"Prajurit Kopassus saat ini harus mahir bahasa inggris dan bahasa daerah tempatnya bertugas, mahir menyelam, mahir menembak dan melek teknologi," kata Mayjend TNI Agus Sutomo selaku Danjen Kopassus pada pelitaonline Sabtu (12/4/2014).


Latihan dan disiplin keras yang diterapkan pada prajurit Kopassus kali ini makin keras saja. "Namun ini semua untuk kebaikan dan kesejahteraan prajurit. Saya sangat senang jika anak buah kami berprestasi secara nasional maupun Internasional," tambahnya.

Latihan keras yang diberlakukan oleh Danjen yang tegas ini seperti setiap pagi dimulai jam 5.30 semua anggota Kopassus wajib olahraga dan sarapan sehat. Jam kantor harus sesuai jeb desk tanpa memegang handphone kecuali bagi mereka yang wajib koordinasi. Jam malam harus ditaati serta bagi mereka yang sedang menjalani pendidikan wajib serius dalam diklatnya.

Harapannya, Kopassus akan semakin profesional sehingga rakyat semakin mencintai Kopassus dan begitupun sebaiknya jika Kopassus juga dekat dengan rakyat (POL)

hari ulang tahun Pasukan Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus AD) ke 62 tahun - See more at: http://militer-hankam.pelitaonline.com/news/2014/04/12/kopassus-ulang-tahun-bagikan-berbagai-macam-hadiah#.U0tfNKLhdOK
hari ulang tahun Pasukan Komando Pasukan Khusus Angkatan Darat (Kopassus AD) ke 62 tahun - See more at: http://militer-hankam.pelitaonline.com/news/2014/04/12/kopassus-ulang-tahun-bagikan-berbagai-macam-hadiah#.U0tfNKLhdOK


13 April, 2014

60 Awak Kapal Nelayan Thailand Ditangkap di Aceh Barat

Setidaknya 60 anak buah kapal (ABK) dari empat kapal nelayan asal Thailand ditangkap aparat gabungan TNI-Polri di perairan Aceh Barat, Minggu (13/4/2014). Mereka ditengarai menjaring ikan di kawasan yang berjarak 12 mil dari pantai Kota Meulaboh itu.

60 Awak Kapal Nelayan Thailand Ditangkap di Aceh Barat
Aparat gabungan TNI-Polri menangkap 60 awak dari empat kapal nelayan Thailand yang sedang mencari ikan di perairan Aceh Barat, Minggu (13/4/2014).

"Setelah kita mendapat informasi dari nelayan Aceh Barat, ada kapal Thailand yang melakukan penjarahan ikan, minggu petang kita langsung menurunkan 30 personel gabungan Polisi dan TNI, dengan menggunakan satu kapal Pol Air dan 2 kapal nelayan " kata Kapolres Aceh Barat AKBP Faisal Rivai yang memimpin penangkapan tersebut.


Menurut Faisal, ada enam kapal nelayan Thailand yang melakukan penjarahan. Namun pihaknya hanya berhasil mengamankan empat kapal motor dengan kapasitas 40 gt, dan 60 ABK.

"Waktu anggota di lokasi penjarahan ikan, ada enam kapal nelayan Thailand yang sedang menjaring ikan, langsung kita tangkap, namun 2 berhasil melarikan diri, tapi kapal nelayan thailan itu berbendera indonesia" katanya

Saat ini ke-60 kru dan empat kapal Thailand tersebut dibawa ke markas Kesatuan Pengamanan Perairan dan Pantai (KPPP) Aceh Barat untuk untuk menjalani proses hukum selanjutnya. (Kompas)


15 Perusahaan Industri Pertahanan Indonesia Unjuk Gigi di Malaysia

15 Perusahaan Industri pertahana‎n Indonesia pamer kekuatan dalam pameran produk 'Defence Service Asia (DSA) 2014' di Kuala Lumpur, Malaysia. Keikut sertaan mereka dalam rangka mempromosikan industri pertahanan Indonesia.

15 Perusahaan Industri Pertahanan Indonesia Unjuk Gigi di Malaysia

Dalam siaran pers Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Minggu (13/4/2014), DSA Malaysia ini merupakan ajang pameran produk industri pertahanan yang digelar 2 tahun sekali.

Perusahaan Indonesia yang ikut itu terdiri atas 5 perusahaan BUMN yakni PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT LEN Industri, dan PT Dok Kodja Bahari.


Sedang 10 perusahaan swasta yang ikut yakni PT Famatex, PT Lundin Industry Invest, PT Saba Wijaya Persada, PT Sari Bahari, PT Palindo Marine. PT Indo Guardika Cipta Kreasi, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Garda Persada, PT Persada Aman Sentosa, dan PT Daya Radar Utama.

"Keikutsertaan industri pertahanan Indonesia dalam rangka DSA 2014 ini merupakan implementasi strategi pemerintah dalam memajukan industri pertahanan dalam negeri," tulis Kemenhan dalam siaran persnya.

Ada sejumlah strategi yang digunakan untuk memperkokoh industri pertahanan Indonesia antara lain dengan strategi pengembangan, strategi kerjasama, dan strategi promosi.

"Upaya peningkatan industri pertahanan dilakukan melalui joint research and development maupun joint production dan strategi kerjasama khusus dengan pihak luar melalui transfer of technologi," tulis siaran pers itu.

Untuk strategi promosi, produk industri pertahanan akan memberikan dampak psikologis eksternal dan internal dengan tujuan membangun brand image bahwa Indonesia serius dan memiliki komitmen menjadi negara yang akan menjadi salah satu pemain kunci sebagai produsen peralatan pertahanan di ASEAN.

"Pemasaran industri pertahanan dalam jangka panjang memang ditujukan untuk menopang pertumbuhan ekonomi nasional, mengingat dalam beberapa tahun terakhir dan proyeksi di masa mendatang negara ASEAN merupakan pangsa pasar Alutsista terbesar seiring modernisasi peralatan militer dan pertumbuhan ekonomi ASEAN," demikian penjelasan Kemhan. (Detik)


Lanud Adisutjipto Lahirkan 30 Penerbang

Pangkalan Udara Adisutjipto Yogyakarta melahirkan 30 penerbang baru yang telah menyelesaikan pendidikan Sekolah Penerbang Angkatan Ke-85.

Lanud Adisutjipto Lahirkan 30 Penerbang
Beberapa pilot TNI AU usai berlatih menerbangkan T-50i di Lanud Adi Soemarmo, Jumat (11/4/2014) | Foto: Ari Kristyono

“Ke-30 penerbang baru itu terdiri atas 29 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) dan satu orang dari PT Dirgantara Indonesia,” kata Komandan Pangkalan Udara (Lanud) Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar di Yogyakarta, Jumat (11/4/2014).

Menurut dia, mereka telah mendapat penyematan Wing Penerbang. Hal itu menandai berakhirnya masa pendidikan dan akan dilantik oleh Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) pada 22 April 2014.


“Penyerahan Wing Penerbang itu dikemas dalam suatu acara tradisi militer. Acara tradisi itu diawali dengan pendadakan di Mess Wirambara menjelang tengah malam,” katanya.

Selanjutnya, mereka dibawa ke Monumen Perjuangan TNI AU Ngoto untuk melaksanakan penghormatan, kemudian digerakkan menuju sekitar Terminal Bus Giwangan dan melaksanakan lari malam menuju Base Camp Sekolah Penerbang.

Mereka kemudian mengikuti upacara penyematan Wing Penerbang yang dipimpin Komandan Lanud Adisutjipto di halaman Base Ops Lanud Adisutjipto.

Agus mengatakan setelah dilantik menjadi penerbang diharapkan tetap giat dan selalu bersemangat untuk belajar. Jangan pernah berhenti mengisi diri dengan menambah wawasan dan pengetahuan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kesungguhan para siswa Sekolah Penerbang Angkatan Ke-85 dalam menyelesaikan pendidikan. Sesungguhnya kami hanya ingin melihat, kalian benar-benar mampu menjadi penerbang yang ulet, andal, dan dapat dibanggakan,” katanya.


Sumber : Soloblitz


KSAU Kunjungi Industri Elektronika

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia bersama rombongan Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko, Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Dr. Marsetio beserta para pejabat Asisten Panglima TNI, mengunjungi PT LEN yakni perusahaan industri elektronika, Jumat (11/4). PT LEN yang berada di Jalan Soekarno-Hatta di Bandung itu antara lain memproduksi Radar maupun Simulator.

KSAU Kunjungi Industri Elektronika
Foto : Penerangan Lanud Husein Sastranegara

Setibanya di PT. LEN Industri, KSAU yang didampingi oleh Dankoharmat Marsda TNI Sumarno, Dankorpaskhas Marsda TNI M. Harpin Ondeh, S.H., Kadislitbangau Marsma TNI Amirudin Ahkmad, Koorsmin Kasau Kolonel Pnb Imran Baidirus, Kadisops Lanud Husein Sastranegara Letkol Pnb Herdy Arief S diterima langsung oleh Direktur Utama PT. LEN Industri, Abraham Mose.


Dalam kunjungan tersebut, KSAU beserta rombongan juga berkesempatan untuk menerima paparan singkat tentang perusahaan tersebut dan dilanjutkan meninjau ruang simulator pesawat boing milik PT. LEN.

Kepala Penerangan Lanud Husein Sastranegara, Kapten Sus. Sundoko, dalam siaran persnya, mengatakan Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko beserta Para Asisten Panglima TNI melakukan kunjungan kerja ke Sesko TNI dalam rangka memberikan ceramah kepada Pasis Dikreg XLI Sesko TNI. (Jurnas)


T-50i Hebat dan Irit, Sayang Masih “Rabun Jauh”

Seperti apa gambaran kemampuan pesawat tempur T-50i Golden Eagle yang baru dibeli Indonesia dari Korea Selatan? Letkol Penerbang Wastun, Komandan Skuadron 15 yang mengoperasikan pesawat tersebut mengakui, T-50i sangat andal dan efisien, tapi saat ini masih belum bisa dioperasikan optimal karena sejumlah kelengkapannya belum terpasang.


T-50i Hebat dan Irit, Sayang Masih Rabun Jauh
Sejumlah awak darat mendorong pesawat T-50i untuk persiapan terbang di Lanud Adi Soemarmo, Solo, Jumat (11/4/2014) |
Foto: Ari Kristyono

“Ini kan buatan Korea. Mereka sangat maju dalam mengembangkan perangkat pintar. Persenjataan, avionik, tergolong bagus.  Tapi memang, masih ada beberapa senjata dan perangkat yang belum terpasang. Seperti radar untuk menjejak pesawat lawan belum terpasang, gantinya kita pasang ballast (pemberat) untuk penyeimbang,” tutur Wastun beberapa waktu lalu di Lanud Adi Soemarmo, Solo.


Radar yang belum terpasang itu membuat T-50i “rabun jauh” tidak bisa optimal digunakan untuk mengejar dan menyergap pesawat lawan. “Bisa sih dipaksakan, dengan memanfaatkan kendali dari darat. Tetapi itu pasti tidak sebagus kalau bawa radar sendiri,” imbuhnya.

T-50i sebagai pesawat serang ringan (selain latih lanjut) mampu terbang dengan kecepatan 1,4 mach (kecepatan suara) dan dilengkapi dengan senjata kanon 20 mm yang memuat 205 peluru, peluncur roket, peluru kendali udara ke udara AIM-9 Sidewinder (sepasang), peluru kendali udara ke darat AGM-65 Maverick (6 unit) serta lima unit bom permukaan (cluster) CBU-58, Sembilan unit bom MK 82, tiga unit bom MK-83/84 serta Sembilan bom MK-20.



Sumber : Soloblitz