15 April, 2014

Kiblat Prajurit Hanya Satu, Panglima TNI

Panglima TNI Jenderal Moeldoko menegaskan, tak ada pengelompokan di tubuh militer. Apalagi terkait dengan pemilu 2014.

Kiblat Prajurit Hanya Satu, Panglima TNI

"Satu hal yang perlu saya respons. Saya dengar di berita, bahwa di TNI ada kelompok-kelompok. Seluruh prajurit kiblatnya satu, yaitu Panglima TNI. Tidak ada TNI a berkiblat pada B, TNI B berkiblat ke C," katanya di Jakarta, Senin (14/4).

Dalam kesempatan tersebut, ia meminta seluruh prajurit agar aktif dan tidak termakan isu yang bisa menyudutkan institusi TNI. "Saya perintahkan agar tidak termakan oleh isu-isu tersebut," ucap dia.


Moeldoko mengaku, tidak memiliki kapasitas untuk mengomentari blok yang telah dibentuk oleh purnawirawan TNI.

"Bukan kapasitas saya untuk mengomentari blok-blok senior saya. Mereka sudah tidak punya garis komando. Semua adalah dinamika politik," ucapnya.

Ia juga berulang kali disebut sejumlah partai politik. Malah, sempat digadang untuk maju sebagai cawapres salah satu tokoh yang maju dalam bursa pilpres. "Saya masih fokus pada tugas pokok TNI," kata Moeldoko.

Menurutnya, pengamanan pileg berjalan aman dan lancar. Meski pun TNI akan meningkatkan pengamanan pilpres.

"Saya lihat pengamanan ke depan akan ditingkatkan lagi. Karena dinamika politiknya pasti lebih tinggi lagi," kata Moeldoko. (Republika)


4 Apache Pesanan dari AS Siap Beraksi di HUT TNI 5 Oktober Mendatang

Indonesia sudah memesan 8 helikopter Apache dari perusahaan AS, Boeing. Rencananya, HUT TNI 5 Oktober 2014 mendatang 4 Apache di antaranya sudah bisa beraksi.

4 Apache Pesanan dari AS Siap Beraksi di HUT TNI 5 Oktober Mendatang

"Mereka akan mempersiapkan 4 Apache untuk dihadirkan pada HUT TNI," jelas Wamenhan Sjafrie Sjamsuddin di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014).

Menurut Sjafrie, nantinya heli Apache itu juga sudah bisa digunakan untuk latihan perang operasi Garuda TNI AD. "2 Heli utama dan 2 heli pendukung," tambahnya.


Kepastian soal kedatangan heli ini didapatkan saat Sjafrie bertemu pihak Boeing di Defence Services Asia 2014 yang digelar 14-17 April di Malaysia.

Apache ini dipesan pada 2013 lalu. Dan akan diserahkan secara bertahap ke Indonesia. Tahap awal 4 Apache lebih dahulu. (Detik)


Wamenhan Sjafrie Akan 'Kawal' Joyflight Pesawat RI 1 Rabu Mendatang

Wamenhan Sjafrie Sjamsuddin akan ikut dalam joyflight pesawat kepresidenan dalam joyflight Rabu mendatang. Keikutsertaan Sjafrie sebagai bagian dari uji sertifikasi pesawat Boeing Business Jet 2 itu.

Wamenhan Sjafrie Akan 'Kawal' Joyflight Pesawat RI 1 Rabu Mendatang

"Ada 18 orang yang ikut," jelas Sjafrie di sela-sela pameran Defence Service Asia (DSA) 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (14/4/2014).

Menurut Sjafrie, selain dari Kemenhan yang akan ikut joyflight itu, instansi lain yang akan turut serta antara lain dari TNI AU, Sekneg, dan Garuda Indonesia selaku pihak yang melakukan perawatan pesawat.


"Kita akan uji ketahanan 11 jam," jelas dia.

Pesawat RI 1 itu akan diterbangkan dari Aceh ke Papua dan dari Miangas ke Pulau Rote. Tentunya keikutsertaan pihak terkait dalam penerbangan itu guna bisa memberikan penilaian kemampuan pesawat tersebut.

"Yang terlibat dalam seritifaksi terlibat langsung di situ," tutup dia. (Detik)


Cita-cita Industri Pertahanan Indonesia Menaklukkan ASEAN

15 Perusahaan Indonesia yang bergerak di industri pertahanan ikut dalam pameran Defence Services Asia (DSA) 2014 di Kuala Lumpur, Malaysia. Pameran akbar industri pertahanan di ASEAN ini digelar dua tahun sekali. Tentu turut sertanya perusahaan ini diharapkan bisa membuka mata negara-negara di ASEAN, bahwa industri pertahanan Indonesia punya produk berkualitas.

Cita-cita Industri Pertahanan Indonesia Menaklukkan ASEAN

"Ini menunjukkan bahwa kita bisa bicara di tingkat regional," kata Wamenhan Sjafrie Sjamsuddin yang merupakan ketua delegasi Indonesia dalam pameran yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Senin (17/4/2014).


Langkah pemerintah mendorong industri pertahanan bisa berkembang pesat ini mendapat sambutan positif. 5 Perusahaan BUMN yakni PT Dahana, PT Dirgantara Indonesia, PT LEN, PT Pindad, dan PT Kodja Bahari serta 10 perusahaan swasta nasional yakni PT Farmatex, PT Lundin Industry Invest, PT Saba Wijaya Persada, PT Sari Bahari, PT Palindo Marine, PT Indo Guardika Cipta Kreasi, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Garda Persada, PT Persada Aman Sentosa, dan PT Daya Radar Utama pun membangun stan dan memamerkan produk dan kemampuan mereka.

"Kita ingin dikenal ASEAN dan bahwa kita juga mampu," kata Presiden Direktur PT Daya Radar Utama, Amir Gunawan yang bergerak di bidang perkapalan untuk tank. Perusahaan ini memiliki lokasi pembangunan di Jakarta, Lampung, dan Lamongan yang sudah beroperasi selama 30 tahun.

Harapan Amir tentu tak kosong belaka. Selama ini soal industri pertahanan kapal yang dikenal hanya negara Eropa dan AS, atau Korea Selatan di Asia. Indonesia selama ini juga memiliki kemampuan yang tak kalah.

Tak jauh berbeda dengan Amir, Direktur Utama PT Farmatex Junus Jen Suherman juga punya cita-cita kalau seragam tentara di ASEAN memakai produk mereka. Produk tekstil asal Bandung ini selama ini dipakai TNI dan Polri. Lewat pameran ini diharapkan bisa menggaet pangsa pasar yang lebih luas.

"Ya untuk Malaysia saja, mereka selama ini memakai tekstil dari Jepang. Punya kita nggak kalah, soal harga yang lebih murah, kita juga tak mudah kusut dan wash and wear," terang Amir.

Tak hanya Amir, President dan CEO PT Dahana F Harry Sampurno, yang dikenal sebagai BUMN penghasil bahan peledak juga berharap sama. Produk Indonesia tak kalah dengan aneka produk yang ditawarkan negara maju.

Yang menarik juga, yang disampaikan Presiden Direktur PT Indoguardika Cipta Kreasi Agung Setia Bakti yang bergerak di bidang SMS Guard alias antisadap. Perusahaan yang berdiri tak lebih dari 3 tahun oleh anak-anak muda Indonesia ini menawarkan pengamanan jaringan telepon dengan enskripsi.

Perusahaan ini bahkan sudah bersiap melebarkan sayap ke Thailand, Vietnam, dan Singapura. "Kita juga tak kalah dengan perusahaan Swiss yang bisa mengensksripsi data antisadap," terang Agung menunjuk perusahaan besar sejenis asal Swiss yang berdiri di depan stan-nya.

Agung berencana pada Indo Defence November mendatang anak-anak muda ini akan meluncurkan produk percakapan telepon antisadap. Jadi percakapan telepon ini terlindungi dari penyadapan.

Namun tentu seperti yang disampaikan Wamenhan Sjafrie, industri pertahanan Indonesia harus bisa memberikan kualitas dan produk yang handal. "Tantangan Indonesia menunjukkan optimalisasi dan kualitas lebih tinggi serta volume lebih besar," tutup dia. (Detik)


14 April, 2014

Blaar! Dan Tank Retrofit itu pun Mengaum

Sedikit menjauhkan diri dari hiruk pikuk ibukota yang tengah mempersiapkan diri dalam menghadapi Pemilu Legislatif 2014, ARC  memperoleh kesempatan untuk ikut dalam uji tembak first article tank AMX-13 hasil retrofit yang dikerjakan Pindad. Setelah pada minggu sebelumnya diuji kemampuan olah otomotifnya, pada tanggal 7-8 April 2014 AMX-13/105 diuji kemampuannya dalam melontarkan munisi 105mm Perancis dari kanon CN105-57G1 yang terpasang di kubah FL-12 buatan perusahaan Perancis Fives Babcock Cail.

Blaar! Dan Tank Retrofit itu pun Mengaum

Karena berkesempatan langsung melongok AMX-13/105 tersebut, ARC dari dekat dapat menyaksikan bahwa retrofit yang dijalankan tersebut bersifat menyeluruh. Tidak hanya mesinnya yang digantidan hull dimodifikasi, ternyata sistem kubahnya pun dicangkokkan sistem kendali penembakan (FCS: Fire Control System) modern yang sudah memasukkan input dari sistem laser rangefinder (LRF)  untuk memastikan jarak antara tank ke sasaran. Dan berbeda dengan dugaan banyak orang, sistem FCS yang digunakan bukanlah standar kubah FL-12 yaitu SOPTAC-18 buatan firma Sopelem, tetapi merupakan FCS modern buatan salah satu negara Eropa Barat. Bahkan untuk pengemudi pun disediakan sistem pengemudian berbasis LCD yang menginkorporasikan kamera FLIR/ Thermal  untuk melancarkan navigasi pada kondisi gelap malam.


Pada pengujian kali ini, dites dua macam amunisi yaitu munisi HE buatan firma Hinterberger dan OCC105G1 yang merupakan amunisi APFSDS (Armor Piercing Fin  Stabilised Discarding Sabot) untuk menjebol tank lawan. Berdasarkan data  pabrikan, amunisi OCC105G1 mampu menembus lapisan baja RHA setebal 250mm  pada kemiringan 30odari jarak 1.000m,  atau kurang lebih cukup untuk melalap ranpur/ tank medium dari segala sudut.

Pengujian dengan munisi hidup tersebut dilakukan sebanyak dua kali pada sasaran  yang terletak 1.000 meter jauhnya di puncak bukit. Pengujian disaksikan oleh perwakilan Pindad dan TNI AD. Tanpa perlu berbasa-basi,  kita simak kedahsyatan aksi Pindad AMX-13/105 melalui serangkaian foto berikut ini. (ARC)












Masuk Tiga Besar Rawan Konflik, Sulteng Terapkan Strategi Sepakbola

SULAWESI Tengah masuk dalam tiga besar wilayah rawan konflik Pemilu, selain Aceh dan Papua, karena keberadaan kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur pimpinan Santoso. Untuk menanganinya, Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol. Ari Dono Sukmanto menerapkan pola strategi dalam permainan sepakbola.

Masuk Tiga Besar Rawan Konflik, Sulteng Terapkan Strategi Sepakbola

"Menangani kelompok sipil bersenjata itu, khususnya di wilayah Poso, kami terapkan pola sepakbola. Pertahanan yang baik, dengan menggencarkan penyerangan,"kata Ari Dono ditemui di kantornya, Senin (14/4).


Menurutnya, dengan gencar melakukan penyerangan, pihaknya dapat menekan aktivitas teror yang kerap dilakukan kelompok teror yang ada. Terbukti, teror yang terjadi di Poso belakangan ini hanya terjadi di wilayah pinggiran. Padahal sebelumnya aktivitas teror yang dilakukan berada di wilayah kota.

Ari Dono mengatakan, hal ini mengindikasikan para pelaku teror tersebut telah terdesak oleh 'serangan' yang dilakukan polisi. Selain dengan melakukan operasi, serangan yang dibangun polisi juga berupa pembinaan pada masyarakat dengan memaksimalkan komunikasi dengan masyarakat.

Dengan ini, polisi berupaya membangun kepercayaan dengan masyarakat. Sehingga ketika ada anggota kelompok teror yang bersembunyi di suatu wilayah, masyarakat dapat melaporkannya pada polisi.

"Tapi pertahanan harus maksimal, pertahanan kita perkuat,"ucapnya.



Sumber : Jurnas
Masuk Tiga Besar Rawan Konflik, Sulteng Terapkan Strategi Sepakbola - See more at: http://www.jurnas.com/news/131555/Masuk-Tiga-Besar-Rawan-Konflik-Sulteng-Terapkan-Strategi-Sepakbola-2014/1/Nasional/Pemilu-2014#sthash.9LSmM0f1.dpuf
Masuk Tiga Besar Rawan Konflik, Sulteng Terapkan Strategi Sepakbola - See more at: http://www.jurnas.com/news/131555/Masuk-Tiga-Besar-Rawan-Konflik-Sulteng-Terapkan-Strategi-Sepakbola-2014/1/Nasional/Pemilu-2014#sthash.9LSmM0f1.dpuf