15 Mei, 2014

LIPI siapkan kapal riset laut dalam

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mulai mempersiapkan kapal penelitian dan riset laut dalam dengan teknologi utama sistem "echo-sounding multi-beam" yang mampu menjangkau kedalaman hingga 20.000 kaki atau 6.000 meter.

LIPI siapkan kapal riset laut dalam

"Kalau teknologi yang utama itu multi-beam untuk pemetaan dasar laut sedalam kira-kira 6.000 meter," kata Kepala UPT Balai Konservasi Biota Laut (BKBL) LIPI Ambon Augy Syahalaitua kepada Antara di Ambon, Rabu.

Teknologi lain yang, menurut dia, akan melengkapi kapal penelitian tersebut antara lain peralatan oseanografi untuk pengukuran suhu, salinitas dan parameter kimia sampai minimal kedalaman 5.000 meter di bawah laut.


Ia menyebut angka Rp250 miliar untuk mendapatkan satu kapal riset dan penelitian lengkap dengan semua peralatan canggih tersebut.

Kapal dengan kemampuan jelajah jauh pun, menurut dia, sangat dibutuhkan mengingat sumber daya kelautan juga banyak di wilayah Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE), dan di lokasi itu belum banyak sumber daya yang diteliti.

"Kita juga sekalian menyiapkan sumber daya manusia untuk penelitian di ZEE pada 10 hingga 20 tahun dari sekarang," ujar dia.

Sebelumnya Kepala LIPI Lukman Hakim mengatakan lembaganya memang membutuhkan kapal untuk riset dan penelitian yang lebih mumpuni, terutama setelah ada peningkatan status Unit Pelaksana Teknis (UPT) Balai Konservasi Biota Laut Ambon menjadi Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI.

"Kita butuh kapal, dengan peningkatan status eselonisasi UPT Balai Konservasi Biota Laut BKBL Ambon menjadi Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI di Indonesia maka jadi tanggung jawab kita untuk membangun kapal penelitian kelautan dengan standar internasional," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian Oceanografi LIPI Zainal Arifin mengatakan dalam lima tahun ke depan kapal untuk riset dan penelitian laut dalam ini harus sudah ada.

"Membuat kapal untuk riset dan penelitian laut dalam ini tentu tidak seperti membeli (mobil) kijang, tinggal beli saja. Kami sih berharap lima tahun ke depan (kapal) sudah ada," ujar dia.

Lebih lanjut ia mengatakan LIPI setelah memiliki Pusat Penelitian Laut Dalam ingin bisa membuat kapal riset dan penelitian dengan standar internasional. Tentu kapal tersebut tidak seperti kapal barang kebanyakan, karena jelas memiliki spesifikasi tertentu.

Saat ini LIPI memiliki dua kapal yakni Kapal Riset Baruna Jaya VII buatan PT PAL dan Kapal Riset Baruna Jaya VIII buatan Norwegia yang memiliki fasilitas penelitian yang relatif modern. (Antaranews)


Laksdya TNI (Pur) Didik Heru Purnomo: Segera Bentuk Sea & Coast Guard Indonesia!

Dari Sabang ke Merauke sama jaraknya dari London (Inggris) ke Istambul (Turki) itulah panjang diagonalnya Indonesia.

Dengan kekayaan yang luar biasa yang luasnya sama dengan seluruh daratan Eropa, rakyat Indonesia seharusnya sudah mengenyam kemakmuran yang terutama disumbang dari kekayaan laut.


Laksdya TNI (Pur) Didik Heru Purnomo: Segera Bentuk Sea & Coast Guard Indonesia!

Namun demikian, karena belum ada keseriusan dalam mengurusnya, laut Indonesia hanya merupakan wilayah illegal fishing negara lain, sebagai contoh, yang merupakan salah satu indikator tidak berdaulatnya laut Indonesia.

Ini akibat dari tumpang tindihnya peraturan dari berbagai instansi yang terkait dengan laut. Karena itu, segera bentuk Coast Guard yang merupakan multitask single agency – badan tunggal dengan berbagai tugas.


Demikian diungkapkan Laksdya TNI (P) Didik Heru Purnomo, mantan Wakasal, mantan Kasum TNI dan sekaligus mantan Kalakhar Bakorkamla RI, pada Selasa (13/5/2014) terkait pertanyaan tentang terpilihnya ia sebagai salah satu dari 21 Tokoh Berintegritas yang diusulkan oleh AM Putut Prabantoro, Ketua Pelaksana Gerakan Ekayastra Unmada (Semangat Satu Bangsa) – dari wartawan, oleh wartawan, dan untuk Indonesia.

Selain Didik Heru Purnomo, terpilih juga  Suryo Prabowo (mantan Kasum TNI), Oegroseno (mantan Wakapolri), Yunianto Sudriman Yogasara (mantan Dansesko AU), Basuki Tjahaja Purnama (Wagub DKI Jakarta), R Priyono (mantan Kepala BPMigas), Abdul Kholiq Arif (Bupati Wonosobo), Lukas Enembe (Gubernur Papua), Ridwan Kamil (Wali Kota Bandung), Agustin Teras Narang (Gubernur Kalteng), Ganjar Pranowo (Gubernur Jateng), KH Maman Imanulhaq (Pengasuh Pondok Pesantren Al Mizan, Majalengka), Herman Sutrisno (mantan Bupati Banjar), La Tinro La Tunrung (Bupati Enrekang), Yusuf Wally (Bupati Keerom, Papua), Bima Aria (Wali Kota Bogor), Tri Rismaharini (Wali Kota Surabaya), Suyoto (Bupati Bojonegoro), Hugua (Bupati Wakatobi), Abdullah Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), dan Ignatius Jonan (Dirut PT KAI).

“Kita selalu gembar-gembor bahwa semangat bahari kita hilang, tetapi laut kita, yang luasnya 2/3 wilayah Indonesia, tidak diurus secara benar. Anda bisa baca buku TAHUN 1511 – Limaratus Tahun Kemudian, yang berbicara tentang pengelolaan laut kita dari fakta lapangan para wartawan seluruh Indonesia,” ujar mantan Wakasal itu.

Menurutnya, laut itu merupakan suatu rahmat yang besar bagi bangsa Indonesia dan merupakan sumber kesejahteraan. Namun demikian kesejahteraan itu, jika laut kita tanpa pengawalan keamanan yang optimal. Sudah menjadi rumus, jika persoalan di laut semrawut itu artinya penegakkan hukum di laut juga lemah. Padahal kalau dipikir, ada 8 (delapan) instansi yang memiliki kewenangan di laut Indonesia. Namun faktanya, sejumlah instansi tersebut bekerja secara sektoral sesuai bidang masing-masing.

“Persoalan di laut tidak bisa diselesaikan hanya oleh satu institusi. Jika tiap institusi punya komandan sendiri-sendiri, artinya persoalan tidak selesai. Harus dicari terobosan – semua penegak hukum dalam satu organisasi dan dengan satu komando. Artinya itu semua merupakan organisasi tunggal. Untuk menyatukan semua instansi terkait laut, diperlukan menghilangkan ego sektoral, meski tiap institusi bergerak berdasarkan peraturan masing-masing,” ujar mantan Kalakhar itu.

Dijelaskan lebih lanjut, menjadikan laut Indonesia yang aman (dan sekaligus nyaman) merupakan harga mati. Negara-negara kelautan seperti AS, China, Australia bahkan Malaysia dan Singapura sudah memiliki Coast Guard (Penjaga Pantai) yang merupakan institusi satu komando dengan berbagai tugas. Bahkan Amerika sudah memiliki Coast Guard sejak tahun 1790 atau empat tahun setelah kemerdekaannya.

MINDSET
“Laut bagi negara kepulauan Indonesia adalah yang menyatukan dan bukan memisahkan. Mindset ini harus ada dalam setiap penegak hukum darimanapun asal instansinya. Karena menyatukan, laut merupakan wilayah kedaulatan NKRI, yang harus senantiasa dijaga. Dirjen Beacukai tidak mungkin menangkap human trafficking, perompakan dll. Atau juga Departemen Perhubungan tidak mungkin akan menangkap penyelundupan, apalagi menangani perkara ini. Oleh karena itu pembentukan Bakorkamla pada tahun 2006 merupakan langkah yang tepat,” ujar Didik.

Hanya saja, sekalipun dimiliki oleh 12 stakeholder (pemangku kepentingan), Bakorkamla hingga kini belum menjadi badan tunggal sesungguhnya seperti yang dimiliki oleh negara-negara yang disebutkan tadi. Pemerintah, Didik yang menjabat sebagai Direktur IK2MI (Institut Keamanan dan Keselamatan Maritim Indonesia), harus secara serius menjadikan Bakorkamla menjadi Bakamla (Badan Keamanan Laut), dengan fungsi seperti Coast Guard.

Menurut mantan Kasum TNI ini, kejayaan bahari Indonesia sudah hapus lebih dari 500 tahun lalu sejak Malaka jatuh ke tangan penjajah Portugis pada tahun 1511. Dan sejak tahun itu, laut nusantara dikuasai oleh penjajah asing. Bahkan Adipati Unus dari Kerajaan Demakpun harus tewas dalam upayanya merebut Malaka yang merupakan posisi strategis bagi nusantara dan berdasarkan sejarah Singapura adalah pulau terluar dari Kerajaan Sriwijaya.

KEJAYAAN BAHARI
Ketika dunia masih dibagi dua yakni utara dan selatan, ada dua kaisar yang ditakuti dan disegani yakni Kaisar Kubalai Khan dari Mongol dan Hayamwuruk dari Majapahit karena kedua kerajaan memiliki angkatan laut yang hebat dan kuat.

Didik Heru Purnomo mengatakan, jika ingin mengembalikan kejayaan bahari ke tanah nusantara, yang paling utama adalah menghilangkan ego sektoral masing-masing departemen terkait karena pada dasarnya seluruh instansi bekerja untuk negara dan bangsa. Semua instansi harus memiliki visi yang sama tentang laut Indonesia. Dan yang perlu diingat adalah tidak selamanya para pegawai instansi berada di institusi tersebut.

“Kita semua bekerja untuk bangsa dan negara. Di manapun kita bekerja itulah pengabdian kita dan tidak perlu untuk bersikukuh atas instansinya. Yang harus menjadi pegangan adalah kepentingan nasional. Dan, yang paling penting adalah adanya niatan pemerintah baik DPR, Presiden dan para stakeholder laut Indonesia, untuk segera membentuk multi task single agency seperti Sea and Coast Guard atau Bakorkamla diubah menjadi Bakamla,” ujar mantan Pangarmabar ke-17 ini.

Dalam prosesnya, kata Didik, Bakorkamla harus berjalan terus. Karena sesuai fungsinya Bakorkamla akan mewujud sebagai Indonesia Sea & Coast Guard atau Penjaga Laut dan Pantai Indonesia.

Badan ini diharapkan terbentuk akhir tahun 2011 sesuai dengan amanat UU No 17/2007 tentang pelayaran. Diakui transformasi Bakorkamla menjadi Sea & Coast Guard memang tak mudah. Keselarasan dan kesolidan antar 12 pemangku kepentingan tak bisa ditawar lagi.



(Tribun)


Jelang Pilpres Panglima TNI Minta Prajurit Jaga Soliditas dan Tak Terprovokasi

Panglima TNI Jenderal TNI Moeldoko mengatakan, konteks dinamika politik nasional, dirinya meminta para Jenderal, Laksamana dan Marsekal untuk mengikuti dan berpedoman pada setiap statement yang Panglima TNI sampaikan di publik.

Jelang Pilpres Panglima TNI Minta Prajurit Jaga Soliditas dan Tak Terprovokasi

Selanjutnya didesiminasikan kepada seluruh prajurit, agar para perwira, serta seluruh prajurit tidak miskin informasi dan berbeda persepsi dalam menilai berita yang berkembang di media, khususnya tentang posisi TNI dalam Pemilu 2014.

Dalam kaitan tersebut, Panglima TNI menekankan dan menegaskan kepada seluruh para perwira bahwa netralitas TNI tidak bergeser sedikitpun, dan komando kendali TNI sepenuhnya berada di tangan Panglima TNI, sehingga tidak ada prajurit TNI yang blok-blokkan terhadap aliran-aliran politik apapun, sebagaimana isu yang berkembang di media massa baru-baru ini.


"Untuk itu, sekali lagi jaga soliditas dan jangan terpengaruh oleh provokasi-provokasi klasik, yang dimainkan oleh kelompok kepentingan tertentu, dan jaga kesiapsiagaan satuan sesuai tingkatan siaga yang telah ditetapkan," kata Moeldoko dalam upacara kenaikan pangkat 25 perwira tinggi di Ruang Hening Mabes TNI Cilangkap Jakarta, Selasa (13/5/2014).

Dirinya menjelaskan, untuk perwira agar mengembangkan diri dan melahirkan kreativitas pencapaian pelaksanaan tugas, sesuai besaran tanggung jawab yang saat ini disandang.

Menurutnya, kreativitas itulah yang membedakan antara pemimpin dan manajer. Manajer bukan pemimpin, tetapi pemimpin memiliki kemampuan manajerial dalam mengembangkan peran, skill dan memiliki perspektif untuk mencapai keberhasilan tugas, serta memiliki integritas dan akseptabilitas terhadap semua lingkungan.

"Inilah ciri seorang prajurit yang dianugerahi kenaikan pangkat dan diangkat sebagai pemimpin," kata Moeldoko.

Oleh karena itu, Panglima TNI berharap kepada para Jenderal, Laksamana dan Marsekal untuk mengerahkan segala kemampuan tersebut, guna mewujudkan empat short cut kebijakan yang telah Panglima TNI tetapkan sejak dini, minimal bisa mewujudkan dua kebijakan di satuan masing-masing.

"Yaitu membangun interoperabilitas TNI dan upaya mengeliminasi ego sektoral, yang keduanya merupakan substansi paling esensi dari pembangunan kemampuan dan kekuatan TNI," katanya. (Tribun)


14 Mei, 2014

Yonif 516 Mekanis Kodam V Ditargetkan Miliki 52 Kendaraan Tempur Anoa

Pengadaan kendaraan tempur (ranpur) milik TNI AD akan terus ditingkatkan. Seperti ranpur yang ada di Yonif 516 Mekanis Kodam V/Brawijaya, yang diharapkan pada 2015 tersedia 52 ranpur Anoa untuk mendukung penjagaan teritorial di Surabaya dan Jawa Timur.

Yonif 516 Mekanis Kodam V Ditargetkan Miliki 52 Kendaraan Tempur Anoa

"Sesuai perkembangan yang sudah maju, terutama di Jawa Timur khususnya Kota Surabaya, sehingga kita menilai perlu ada batalyon mekanis di Kota Surabaya, yang tepatnya adalah batalyon 516," kata Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Budiman di sela-sela kunjungannya di Yon 516, komplek Makodam V Brawijaya, Rabu (14/5/2014).


Ia menerangkan, kehadiran Yonif 516 Mekanis adalah untuk mendukung pertempuran, yang membutuhkan seperti kecepatan, presisi, manuver personil. "Dengan adanya Anoa untuk kecepatan manuver dan perlindungan pada personil yang bertugas, sehingga nyawa manusia menjadi berharga," tuturnya sambil menambahkan, tugas pokok dan fungsi Yonif 516 Mekanis ini sama seperti sebelum menjadi yonif mekanis.

Budiman menerangkan, saat ini masih ada 6 unit Anoa di Yonif 516 Anoa dari rencana ketersediaan 52 Anoa pada akhir Tahun 2015 yang terdiri untuk ambulans, yang terdapat mortirnya hingga untuk recorvery.

"Untuk 1 batalyon itu ada 52 unit. Sekarang sudah ada 6 unit Anoa. Dengan adanya 6 unit ini, mudah-mudahan mereka sudah mempersiapkan latihan-latihannya, sehingga personilnya sudah siap dan tinggal dilaksanakan," tandasnya sambil menambahkan, selain Yonif 516 Mekanis di Surabaya, TNI AD akan menambah kekuatan yonif mekanis di kota Malang dan Kediri. (Detik)


Indonesia Dianggap Mampu Jadi Pemimpin Dunia

Mantan Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Kerjasama Indonesia dan China, J. Stapleton Roy, menganggap Indonesia bisa jadi pemimpin dunia. Hal tersebut disampaikan saat forum terbuka USINDO di Jakarta.

Indonesia Dianggap Mampu Jadi Pemimpin Dunia

"Dengan kapasitas yang dimiliki Indonesia. Indonesia mampu menjadi pemimpin di wilayah regionalnya dan bahkan dunia," ucapnya di Jakarta, Rabu (14/5/2014).

Hal tersebut berdasarkan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang besar di kawasan Asia Tenggara. Indonesia juga didorong dengan sumber kekayaan yang dimilikinya.


Tidak menutup kemungkinan, Indonesia bisa menjadi pemimpin dunia. Kebijakan luar negeri Indonesia pun kini mulai diakui di dunia Internasional. Terkait masalah Laut China Selatan pun Indonesia turut mengambil peran.

Indonesia dan AS akan bekerjasama untuk mengatur hukum internasional di Laut China Selatan. Hal tersebut dilakukan untuk menstabilkan kondisi di kawasan Laut China Selatan. Upaya ini bertujuan apabila terjadi konflik tidak berdampak ke wilayah lainnya.

Menurut informasi adanya sumber minyak dan gas sebagai pemicu China mengklaim wilayah Laut China Selatan sebagai teritorialnya. (OkeZone)


Mengenal Lebih Dalam MRAP Bushmaster Kopassus

Mengenal Lebih Dalam MRAP Bushmaster Kopassus

soal MRAP , kategori kendaraan yang satu ini menjadi alutsista paling laris manis di dua palagan. Bayangkan, dari jumlah hitungan jari pada 2007, jumlah total MRAP yang digelar AS saja sudah mencapai 27.740 kendaraan. Sebanyak 24.000 MRAP yang digelar AS di Irak dan Afghanistan dalam program MRAP membuktikan bahwa kendaraan konsep lama yang dibungkus baru ini menjadi resep manjur untuk mengatasi ancaman IED. Dan untuk Bushmaster, Australia berhasil menemukan keseimbangan antara proteksi, kenyamanan, dan fungsi kendaraan untuk menjalankan misi yang dibebankan kepadanya. Untuk Indonesia sendiri sebanyak 3 unit Bushmaster telah siap dioperasikan Satuan Penanggulangan Teror Kopassus.

Soal proteksi, ini adalah inti dan merupakan alasan keberadaan bagi sebuah MRAP. Bushmaster PMV sudah mengaplikasikan proteksi maksimal untuk sekujur tubuhnya. Rating armor untuk MRAP kebanggaan Australia ini sudah mampu melindungi penumpangnya dari terjangan peluru 7,62x51mm NATO. Resep rahasia dari kulit keras Bushmaster adalah baja khusus yang diperkeras buatan perusahaan Bisalloy yang bermarkas di Illawara. Bajanya sendiri diperoleh dari racikan pabrikan baja komersial Bluescope, dan ditambah setengah volume baja yang diimpor dari Republik Rakyat Cina. Baja ini kemudian diolah oleh Bisalloy dengan metode desulfurisasi dan vacuum degassing untuk menghilangkan kandungan sulfur, hidrogen, oksigen, dan nitrogen untuk merapatkan molekul bisalloy. Pemrosesan dilanjutkan dengan metode pemanasan sampai 900oc di dalam tungku khusus berbahan bakar gas alam dan kemudian didinginkan secara langsung di dalam air. Setelah dikeluarkan, bajanya masih diberikan treatment berupa shot blast untuk menghilangkan tonjolan-tonjolan partikel kasar pada pelat jadi. Proses ini mengubah struktur molekul menjadi lebih rapat, dengan produk akhir berupa pelat baja bernama Bisplate yang mampu menahan hantaman peluru ball 7,62x51mm serta tahan terhadap terpaan cuaca.

Bagi para penumpangnya dan prajurit yang pernah merasakan naik Bushmaster, semuanya akan mengungkapkan satu kata yang sama: nyaman. Dimulai dengan ukuran headroom yang mencapai 1.415mm, orang yang tinggi pun tidak harus menundukkan kepala saat duduk di kabin Bushmaster. Tiap prajurit duduk dalam kursi individual yang disusun berhadap-hadapan buatan Stratos. Bucket seat berwarna hitam ini terbuat dari thermoplastic dan tidak menempel ke permukaan dek kendaraan, sehingga saat ranjau meledak, impaknya tidak akan ditransfer seluruhnya ke tubuh penumpangnya. Ini adalah faktor krusial mencegah cedera parah penumpang kendaraan tipe MRAP. Setiap kursi didesain secara ergonomis dengan model individual dan dilengkapi sabuk pengaman, sehingga penumpang betah duduk selama perjalanan. Di bagian bawah setiap kursi biasanya ditambahkan kantung kanvas untuk menyimpan cadangan amunisi, peralatan medis, atau kotak peluru. Di antara kursi disediakan rak-rak untuk menggantungkan senapan serbu F88 Austeyr atau F89 Minimi.

(foto: IKAHAN)

Untuk bidang pandang dari dalam kendaraan, boleh dikatakan Bushmaster mampu mempertahankan situational awareness dari penumpangnya. Untuk kaca depan, tersedia satu kaca besar (slab) yang memanjang tanpa adanya frame pada bagian tengahnya, sehingga pandangan keluar dari pengemudi dan kendaraan relatif tak terhalang. Di sisi kiri dan kanan kendaraan, disediakan satu jendela bagi pengemudi dan komandan kendaraan, serta dua jendela untuk sisi penumpang. Seluruh kacanya memiliki rating anti peluru 7,62x51mm dan impak terhadap ledakan ranjau sekelas Claymore. Namun begitu, jangan harap bisa menurunkan kaca jendela, karena tebalnya kaca yang dipantek pada frame baja.

Pengemudi Bushmaster pasti merasa senang saat mengendarai MRAP yang satu ini. Maklum saja, walaupun tubuhnya gambot dan berbobot 10 ton, kendaraan tahan ranjau ini dihela oleh mesin diesel enam silinder Caterpillar 3126E ATAAC berdaya 330hp/ 246kW pada torsi 2.400rpm. Mesin dengan turbocharger ini dikawinkan dengan sistem transmisi otomatis ZF, sehingga memudahkan pengemudi dalam mengendalikan kendaraannya. Dengan rasio tenaga berbanding bobot mencapai 30-33hp/ ton, maka mudah saja Bushmaster dipacu sampai kecepatan 110km/ jam di jalanan aspal, dan kecepatan maksimal 120km/ jam. Dengan tangki bahan bakar besar di sisi kiri, di bawah jendela danran, maka Bushmaster mampu menempuh jarak sampai 1.000km, atau memenuhi radius jangkau untuk tiga hari penugasan. Kenyamanan penumpang juga semakin dimanjakan berkat penggunaan sistem suspensi double wishbone independen buatan Meritor/ Timoney. Kapasitas beban setiap sumbu adalah 7.700kg, atau melebihi kapasitas total dari Bushmaster. Daya tahan sistem suspensinya cukup mengagumkan, mampu menahan impak ledakan HE setara dengan 9,5kg TNT sehingga menambah faktor keamanan keseluruhan kendaraan.

Di antara puluhan MRAP yang ditawarkan berbagai pabrikan, Bushmaster memiliki kemampuan untuk digelar dengan pesawat taktis sekelas C-130H Hercules, yang menjadi tulang punggung dari berbagai Angkatan Udara di dunia, termasuk Indonesia. Ini tentunya merupakan satu keunggulan desain, dimana penggelarannya hanya membutuhkan dukungan logistik secukupnya, dan mampu digelar ke berbagai titik dalam waktu singkat. Begitu kompaknya Bushmaster, helikopter gambot Rusia Mi-26 bahkan mampu menampung MRAP Australia ini di perutnya, yang dibuktikan dalam operasi Slipper di Tarin Kowt, Afghanistan pada bulan Maret tahun 2010. Satu Bushmaster milik Special Operations Task Group harus dievakuasi, dan hanya dengan persiapan singkat, Bushmaster sudah naik ke ruang kargo heli terbesar di dunia saat ini. (ARC)