05 Mei, 2014

Wamenhan Sampaikan Update Modernisasi Alutsista TNI Kepada Pimpinan Media

Wakil Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin menyampaikan “Update” modernisasi Alutsista TNI yang dilaksanakan dalam rangka membangun kekuatan TNI, kepada Pimpinan Redaksi Media, Selasa (29/4) di Kantor Kemhan, Jakarta.

Modernisasi TNI AD, AL, AU

Wamenhan yang juga selaku Ketua High Level Committee (HLC) mengatakan pembahasan update kali ini merupakan yang ketiga dari gelombang terakhir perkembangan modernisasi alutsista tahun 2010-2014 sebelum masuk kepada tahap terakhir menghadapi HUT TNI pada tanggal 5 Oktober yang akan datang.

Pada tahun 2014 ini juga merupakan tahun kedatangan dari pada Alutsista untuk menuju kepada tahap akhir dari modernisasi Alutsista tahun 2010-2014 yang dilaksanakan oleh Kabinet Indonesia Bersatu ke 2 sabagai bagian dari Renstra jangka panjang sampai tahun 2029.        

                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                          “Yang ingin saya sampaikan disini kepada bapak-bapak sekalian adalah untuk mengetahui alutsista yang kita pesan ini sudah sampai dimana, dan bagaimana perkembangannya hingga saat-saat terkahir ini,” kata Sjafrie sjamsoeddin.

Pada kesempatan itu Wamenhan menyampaikan sejumlah Alutsista yang didatangkan dari luar negeri. Beberapa alutsista untuk TNI AD antara lain seperti kendaraan taktis (Rantis) 4x4, 2,5 ton yang akan masuk seluruhnya pada tahun 2014. Kemudian alutsista jenis Meriam Artilery Medan (Armed) 155 mm atau Howitzer (caesar) sebanyak 37 unit yang sudah bisa dioperasionalkan oleh 2 orang Kowan TNI, sehingga efisien bagi penggunaannya. Selain itu Howitzer ini merupakan meriam teknologi digital, dengan transmisi otomatis, serta power steering.



Pada bulan Juni tahun ini Alutsista Roket Sistem Multi Laras buatan Brazil sebanyak 38 unit dengan harganya 404 Juta US Dollar sudah bisa dikirim. Meriam dengan jarak ratusan Kilometer tersebut sudah di ui coba di Brazil. Disamping itu nantinya akan masuk dan bisa hadir pada 5 Oktober 2014 berupa peluru kendali rudal untuk Artileri Pertahanan Udara (Arhanud) sebanyak 111 Unit.  Untuk Alutsista TNI AD lainnya yakni berupa Main Battle Tank (MBT) Leopard siap dikirim beserta tank pendukung.

Khusus modernisasi alutsista TNI AL, Wamenhan mengatakan masih memerlukan waktu  untuk penyelesaian beberapa masalah administrasi. Salah satunya yang ada pada alutsista Heli Anti Kapal Selam (AKS), heli ini belum bisa didatangkan ditahun ini karena masih memerlukan klarifikasi tekhnis yang perlu diclear-kan dari penggunanya untuk diajukan kepada Kementerian Pertahanan. Sedangkan Tank Amphibi sebanyak 37 unit sudah hadir dan bisa dilihat sebelumnya di Surabaya.

Untuk TNI AU, terdapat beberapa perlatan militer yang didatangkan dari Luar negeri seperti Pesawat tempur T-50i yang sudah datang semuanya sebanyak 16 unit yang kemudian dilengkapi oleh pesawat tempur Sukhoi yang juga sudah lengkap sebelumnya. Untuk Pesawat Combat SAR EC -75 sebanyak 6 Unit dan CN-295 sebanyak 9 Unit akan masuk tahun ini. Berhubung pesawat ini merupakan Joint Production antara PT. DI dan Airbus Military maka akan memberikan kontribusi pada industri pertahanan dalam negeri.  Apabila 9 unit itu sudah selesai dikirim maka nanti sepenuhnya PT. DI bertugas membangun 7 unit lagi dalam mengisi satu skadron 16 unit yang akan dikerjakan pada renstra mendatang.

Sementara itu rangkaian kesiapan alutsista yang diproduksi industri pertahanan dalam negeri, Wamenhan memaparkan terdapat jumlah tambahan dari Panser Anoa sebanyak 24 unit sebagai bagian dari 250 unit yang sudah dibuat PT Pindad dari tahun 2007. Selain itu terdapat pelaksanaan Retrofit Tank Ringan AMX-13 sebanyak 13 unit. Terkait Retrofit Tank AMX 13 ini Wamenhan mengatakan TNI sudah punya Tank ringan AMX -13 sebanyak kurang lebih 400 unit tetapi sudah tidak layak lagi sehingga harus diretrofit. Jika industry pertahanan dalam negeri bisa meretrofit Tank AMX 13 sejumlah 400 unit maka bisa menjadi potensi untuk memasarkannya ke negara-negara yang memerlukan.



Untuk TNI AL, Kapal Angkut Tank ada 3 unit yang bisa mengangkut tank ringan dan tank berat. Untuk 1 kapal ini kira-kira bisa mengangkut 10 tank ke pulau-pulau yang memerlukan Deploy dari tank itu sendiri. Sedangkan alutsista untuk mendukung TNI AU, PT DI sudah menambah lagi Helikopter NAS dan pesawat CN 235 Patroli Maritime Aircraft (PMA) yang digunakan untuk kebutuhan-kebutuhan Patroli Maritim.

Mengenai alutsista yang lainnya Wamenhan mengungkapkan telah dipesan Heli Apache 8 unit dari Amerika Serikat, diharapkan akan didatangkan 2 unit pertama pada saat 5 Oktober dan sekaligus latihan bersama AD Amerika Serikat.

Selain itu TNI AU mendatangkan pesawat F-16 sebanyak 24 unit hasil hibah dari Amerika Serikat, yang telah diupgrade menjadi setara dengan block 52. Pesawat ini akan datang secara bertahap mulai pada bulan Juni 2014.

Pemerintah juga membeli pesawat Hercules C-130 dari Australia sebanyak 5 unit dengan harga 906 Milyar rupiah. Direncanakan pada bulan Mei 2014 sudah melaksanakan kontrak pengadaannya. Pesawat Hercules ini dibeli dalam keadaan Serviceable, dan sudah mulai berdatangan satu persatu. Disamping itu terdapat program Hibah dari pemerintah Australia sebanyak 4 unit. Dengan adanya tambahan pesawat 9 unit hasil dari penagdaan dan hibah dari Australia, maka TNI AU sudah memiliki 32 pesawat Hercules untuk memperkuat skadron angkut. (DMC)


Putera Mahkota Brunei Dianugerahi Brevet Komando

Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus Mayjen TNI Agus Sutomo,  didampingi Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoedin menganugerahkan Brevet Komando Kehormatan kepada Putera Mahkota Brunei Darussalam Paduka Seri Pengiran Muda Mahkota Jeneral Pengiran Muda Haji Al-Muhtadee Billah dalam suatu upacara militer bertempat di Mako Kopassus Cijantung, Sabtu, 3 Mei 2014.

Putera Mahkota Brunei Dianugerahi Brevet Komando

Danjen Kopassus manyampaikan bahwa kerjasama Brunei Darussalam dengan Indonesia telah tumbuh dengan kuat dan kokoh dari waktu ke waktu, sebagai sesama anggota Asean dan tetangga dekat yang serumpun.

"Hubungan baik ini bukan terjalin dalam masa-masa yang indah tetapi telah teruji dalam masa-masa sulit sekali pun," kata Mayjen TNI Agus Sutomo.
 


Lebih lanjut, Mayjen Agus mengatakan, melihat perkembangan kawasan regional saat ini, dapat dilihat adanya kesamaan bentuk ancaman yang dapat mengganggu kedaulatan negara, keutuhan wilayah dan keselamatan segenap bangsa.

Ancaman tersebut datang dalam bentuk terorisme, perompakan, penyelundupan, ilegal fishing. Karena itu, hal ini perlu penanganan serius dalam rangka terciptanya stabilitas keamanan kedua negara.

Sementara itu, hubungan dan kerjasama di bidang militer telah diwujudkan dalam latihan bersama antara Kopassus dengan Resimen Pasukan Khas Brunei Darussalam dengan sandi “Kilat Sakti”.

Latihan bersama tersebut telah memberi kesempatan kepada anggota Angkatan Darat kedua negara di berbagai tingkat kepangkatan untuk saling berinteraksi, membangun saling pengertian dan ikatan persahabatan.

Penganugrahan Brevet Komando Kehormatan ini merupakan perlambang bahwa Putera Mahkota Brunei Darussalam telah menjadi bagian warga Korp Baret Merah yang tidak ada bedanya dengan anggota Kopassus lainnya. Penganugrahan ini diberikan dengan harapan telah terjadi jalinan emosional antara Paduka Seri Pengiran Muda Mahkota Jeneral Pengiran Muda Haji Al-Muhtadee Billah dengan anggota Kopassus.

Sementara itu, Putera Mahkota Brunei Darussalam dalam sambutannya mengucapkan penghargaan setinggi-tingginya atas penganugerahan ini dan menjadi bagian warga Kopassus.

"Kopassus dan Resimen Pasukan Khas Angkatan Bersenjata Diraja Brunei telah menjalin persahabatan yang sangat erat dan akan terus memupuk hubungan kerjasama pada tahun-tahun yang akan datang," ujarnya. (VivaNews)


02 Mei, 2014

Pemerintah Republik Korea Tindak Lanjuti Pembicaraan Perluasan Kerjasama Pertahanan Kedua Negara

Pemerintah Republik Korea dalam hal ini Kementerian Pertahanan Republik Korea mengirimkan surat untuk menindaklanjuti pertemuan antara Vice Minister of National Defense, Republik of Korea (Wakil Menteri Pertahanan Korea) Baek Seungjoo dengan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin yang dilakukan pada saat even JIDD Maret lalu.

Pemerintah Republik Korea Tindak Lanjuti Pembicaraan Perluasan Kerjasama Pertahanan Kedua Negara

Dalam surat yang bertanggal 2 April 2014 ini dijelaskan bahwa Pemerintah Korea berharap untuk dapat segera menindaklanjuti beberapa bidang kerjasama pertahanan yang termasuk diantaranya komite bersama pertahanan tingkat wakil menteri serta pertukaran ahli ilmu teknologi pertahanan dan kelompok kerja cyber. Dirinya juga mengungkapkan penghargaan atas berbagai kerjasama pertahanan yang telah dilakukan oleh kedua negara termasuk proyek pengembangan KFX-IFX dan kapal selam.


Proyek bilateral pertahanan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan terhadap modernisasi berkesinambungan dalam upaya peningkatan kemampuan pertahanan TNI. Dirinya juga memastikan upaya kerjasama pertahanan kedua negara ini akan berkesinambungan. Wakil Menhan Republik Korea juga berharap dapat melakukan pertemuan dengan Wamenhan Sjafrie Sjamsoeddin pada November mendatang di Seoul pada acara The 3rd Seoul Defense Dialogue.

Wamenhan Republik Korea juga memberikan pujian pada suksesnya Jakarta International Defence Dialogue 2014 yang berlangsung pada tanggal 19 dan 20 Maret lalu. Menurutnya JIDD telah berhasil mengumpulkan lebih dari 50 negara untuk duduk bersama membicarakan isu-isu penting di bidang pertahanan. JIDD tahun 2014 ini sangat penting karena setiap negara yang hadir dapat berbagi pandangan dan pengalaman dalam menghadapi isu-isu keamanan maritim dan secara kolektif mencari solusi pada penguatan keamanan maritim.


Sumber : DMC


Pangarmatim Tinjau Persiapan Kogasgab Udara

Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim ) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H, M.Hum didampingi Komandan Lantamal VI Makasar Laksamana Pertama TNI Ari Soedewo, S.E., berkunjung dan meninjau persiapan Komando Tugas Gabungan (Kogasgab) Udara bertempat di Mako Koops AU II.


Dalam kunjungan dan peninjauan kesiapan Kosgasgab udara tersebut, Pangarmatim diterima langsung oleh Pangkoops AU II Marsekal Muda TNI Abdul Muis didampingi para Asisten KoopsAU II. Kosgasgab Ambalat tahun 2014 yang dilaksanakan oleh TNI AL dan TNI AU ini nantinya akan melaksanakan operasi di sekitar Karang Unarang / Ambalat guna pengamanan perbatasan wilayah laut dan udara Indonesia dan Malaysia selama tahun 2014.


Selain berkunjung ke Koops AU II, Pangarmatim juga meninjau Posko Cadangan Kogasgab Ambalat bertempat di Kosekhanudnas II dan Pos Komando Taktis Kogasud bertempat di Lanud Sultan Hasanudin. Dalam peninjauan tersebut Pangarmatim mengatakan rencananya Kogasgab tahun 2014 ini akan dibuka secara resmi oleh Panglima TNI Jenderal Moeldoko awal bulan Mei 2014.

Pangarmatim Tinjau Persiapan Kogasgab Udara

Turut hadir dalam kunjungan dan peninjauan persiapan Kogasgab udara tersebut Pangkosek Hanudnas II Marsma TNI Dwi Putranto, Danlanud Sultan Hasanudin Marsma TNI Dody, Kas Koops AU II Marsma TNI Yuyu Sutisna, Asops Pangarmatim Kolonel Laut (P) Dadi Hartanto, Asintel Pangarmatim Kolonel Laut (E) Yanuar H dan Asops Danlantamal VI Kolonel Laut (P) Benny Sukandary. (Poskota)


PT DI Akan Rakit Helikopter Anti Kapal Selam Untuk TNI AL

PT Dirgantara Indonesia akan mendukung keinginan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut menambah kekuatan helikopter anti-kapal selam. Perusahaan pembuat pesawat dan helikopter lokal itu pun setuju dengan pilihan TNI AL pada helikopter Eurocopter AS565 Panther.

PT DI Akan Rakit Helikopter Anti Kapal Selam Untuk TNI AL
Helikopter S-70B-2 Seahawk (Tiger 75) berusaha mendarat di landasan kapal HMAS Toowoomba untuk mengambil logistik saat akan terjun dalam misi pencarian MH370 di Samudra Hindia (6/4). Tim pencari dari 7 negara ikut ambil bagian dalam misi ini. REUTERS/Australian Defence Force

Bahkan PT DI ikut merekomendasikan nama helikopter tersebut ke Kementerian Pertahanan. "Helikopter ini paling cocok untuk TNI AL," kata Direktur Teknologi Penerbangan PT DI Andi Alisjahbana melalui pesan pendek kepada Tempo, Rabu, 30 April 2014.

Alasannya, helikopter Panther ini sangat cocok dioperasikan di atas dek kapal perang. Bahkan, helikopter ini sudah digunakan oleh pasukan penjaga pantai Amerika Serikat atau US Coast Guard.


Alasan lain, PT DI sudah menjalin kerja sama dengan pabrikan Eurocopter sejak 1974. Saat ini, PT DI memegang lisensi perakitan helikopter produksi Eurocopter Superpuma, Fennec, dan BO 105.

Selain itu, PT DI baru saja mendapat lisensi pembuatan helikopter Dauphin yang belum lama ini sudah diserahkan ke Badan SAR Nasional. "Helikopter Panther itu cuma nama militer dari Dauphin," katanya. Walhasil, PT DI mampu membuat helikopter Panther yang tak jauh beda dengan Dauphin.

Untuk Panther versi militer, Andi melanjutkan, PT Dirgantara Indonesia siap memasangkan alat khusus untuk memburu kapal selam musuh yang disebut dipping sonar. Alat tersebut merupakan radar pencari kapal selam yang digunakan di dalam air. Sonar ini menangkap suara pergerakan mesin dan baling-baling kapal selam di dalam air.

"Disebut dipping karena alat ini dipasang di helikopter lalu ketika hovering (melayang), alat itu diturunkan masuk ke dalam air untuk bisa mendeteksi suara kapal selam," katanya.

Sayangnya, Andi belum mau membicarakan nominal harga helikopter anti-kapal selam Panther. Namun sumber Tempo di Kementerian Pertahanan mengatakan per unit helikopter Panther dihargai US$ 21,27 juta. "Rencana pembelian antara 11-16 unit," kata seorang sumber yang enggan disebut namanya. (Tempo)


Indonesia butuh pemimpin yang berani

Mantan Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu mengatakan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang punya karakter berani dan tegas bisa mengambil keputusan tanpa ragu-ragu.

Indonesia butuh pemimpin yang berani

Ryamizard Ryacudu menyampaikan hal itu usai menjadi pembicara dalam seminar nasional dengan tema "Stabilitas Politik dan Keamanan Indonesia Lima Tahun ke Depan" di Palembang, Kamis.

Menurutnya, Indonesia membutuhkan pemimpin yang berani dan tegas ke depan.

Sementara mengenai apakah dirinya siap bila diminta sebagai calon wakil presiden mendampingi bakal calon presiden PDI Perjuangan Joko Widodo alias Jokowi, ia menyatakan, siaplah.


Ia menuturkan, kalau Jokowi itu orangnya sederhana saja, ada karakter dan yang penting dia dipilih orang banyak.

Sementara Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan, Eddy Santana Putra menyatakan, secara pribadi dan sebagai orang Sumatera Selatan, Ryamizard Ryacudu itu putra terbaik Sumsel dan putra terbaik bangsa ini.

Ia menilai, menantu dari mantan Wakil Presiden Try Sutrisno itu pantas dan sangat serasi dalam mendampingi Jokowi, pasangan itu sipil militer, Jawa dan mewakili luar Jawa.

Jadi, sangat cocok, karena mantan Pangkostrad itu orangnya lurus, baik dan tegas.

"Kita yakini bisa menjaga stabilitas politik," ujar Eddy yang juga mantan Wali Kota Palembang itu.

Pada seminar itu juga hadir sejumlah pengamat dan praktisi politik, termasuk anggota dewan di Sumatera Selatan.